5 Tahanan Kabur dari Polres Bangka Ditangkap, 3 Masih Diburu Polisi

Aksi Nekat Tahanan Kabur, Gergaji Teralis Sel! Polisi Sudah Amankan 5 Orang

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel) memastikan lima dari delapan tahanan yang sempat melarikan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Polres Bangka berhasil diamankan kembali. Sementara itu, tiga tahanan lainnya hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Kamis (9/4/2026)

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Babel, Agus Sugiyarso, menyampaikan bahwa penangkapan terhadap para tahanan yang kabur dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk segera menangkap kembali seluruh tahanan yang melarikan diri.

banner 336x280

“Pagi hari ini kembali dapat diamankan tiga orang tahanan, yakni Yogi Priyandro (32), Andri Darmawan (22), dan Supriyadi (23). Ketiganya merupakan tersangka kasus narkotika,” ujar Agus, Kamis (9/4/2026).

Dengan penambahan tiga orang yang berhasil ditangkap tersebut, total tahanan yang telah diamankan menjadi lima orang. Sebelumnya, satu tahanan menyerahkan diri, sementara satu lainnya berhasil ditangkap di wilayah Mentok saat diduga hendak melarikan diri melalui jalur pelabuhan.

Meski demikian, hingga saat ini masih terdapat tiga tahanan yang belum ditemukan. Aparat kepolisian terus melakukan pengejaran intensif dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempersempit ruang gerak para pelarian tersebut.

Agus juga mengimbau kepada para tahanan yang masih buron agar segera menyerahkan diri. Selain itu, ia meminta peran aktif masyarakat dan keluarga untuk membantu memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika mengetahui keberadaan para tahanan tersebut.

“Kami tegaskan kepada tiga orang tahanan yang saat ini masih dalam pencarian untuk segera menyerahkan diri. Kepada pihak keluarga atau masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka, agar dapat segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui call center 110,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif, serta mencegah potensi gangguan yang dapat ditimbulkan oleh para tahanan yang melarikan diri.

Sementara itu, Kapolres Bangka, Deddy Dwitiya Putra, mengungkapkan kronologi awal kejadian kaburnya para tahanan tersebut. Berdasarkan hasil monitoring, delapan tahanan melarikan diri pada Rabu (8/4/2026) dini hari dengan cara merusak bagian teralis sel tahanan.

“Dari hasil monitoring kami, ada delapan orang yang melarikan diri. Satu orang menyerahkan diri, kemudian satu orang lagi berhasil ditangkap di wilayah Mentok saat diduga hendak melarikan diri lewat pelabuhan,” jelas Deddy.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan adanya kerusakan pada fasilitas sel tahanan. Salah satu batang teralis diketahui telah digergaji, yang diduga menjadi akses bagi para tahanan untuk melarikan diri.

“Dari hasil pengecekan di TKP, ada satu batang teralis yang digergaji oleh para tahanan yang melarikan diri tersebut,” ungkapnya.

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami asal-usul alat yang digunakan untuk merusak teralis tersebut. Dugaan sementara, gergaji tersebut masuk ke dalam rutan melalui barang bawaan saat proses pembesukan oleh keluarga tahanan. Namun, hal ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk asal gergaji masih kita dalami. Dugaan sementara berasal dari barang bawaan saat pembesukan, namun ini masih dalam pemeriksaan,” tambah Deddy.

Selain itu, kepolisian juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya kelalaian dari petugas jaga yang bertugas pada saat kejadian berlangsung. Pemeriksaan terhadap anggota yang bertugas dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri guna memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur atau kelalaian yang menyebabkan insiden tersebut.

“Ini masih kita dalami terkait kemungkinan kelalaian anggota, khususnya petugas piket pada saat malam kejadian,” katanya.

Upaya pencarian terhadap tiga tahanan yang masih buron terus dilakukan secara intensif. Tim gabungan dari Polres Bangka dan Polda Babel telah menyebarkan identitas para tahanan ke seluruh jajaran kepolisian, termasuk di wilayah perbatasan dan pelabuhan, guna mencegah mereka melarikan diri ke luar daerah.

Pihak kepolisian juga meningkatkan pengawasan di titik-titik strategis, seperti pelabuhan, terminal, serta jalur-jalur keluar masuk wilayah Bangka Belitung. Langkah ini dilakukan untuk mempersempit kemungkinan para tahanan kabur lebih jauh.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, mengingat peristiwa kaburnya tahanan dapat berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, penanganan kasus ini dilakukan secara maksimal, baik dalam hal pengejaran tahanan maupun evaluasi internal terhadap sistem pengamanan rutan.

Polisi memastikan bahwa proses hukum terhadap para tahanan yang telah ditangkap kembali akan tetap berlanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, jika terbukti terdapat kelalaian petugas, maka tindakan tegas juga akan diberikan sesuai aturan internal kepolisian.

Dengan kerja sama antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan seluruh tahanan yang masih buron dapat segera ditangkap, sehingga situasi keamanan di wilayah Bangka Belitung tetap terjaga dengan baik. (Sumber : RRI, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *