KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke PT TIMAH Tbk guna memperoleh gambaran langsung mengenai kinerja operasional dan kontribusi perusahaan terhadap penerimaan negara. Kunjungan ini berlangsung di Griya Timah, Pangkalpinang, pada Sabtu (13/12/2025). Senin (15/12/2025)
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, memimpin kunjungan kerja didampingi Senior Vice President Danantara David Ber Utomo dan Vice President Danantara Casta Calista. Rombongan diterima oleh Wakil Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Harry Budi Sidharta, beserta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT TIMAH Tbk, Fina Eliani.
Misbakhun menyatakan kunjungan ini bertujuan untuk menilai manfaat daerah penghasil sumber daya alam terhadap masyarakat, serta memahami seberapa besar kontribusi PT TIMAH Tbk bagi negara dan masyarakat sekitar. Tema reses Komisi XI kali ini adalah “Kontribusi Sumber Daya Alam Terhadap Kemakmuran Masyarakat di Daerah”.
“Komisi XI melakukan reses untuk menilai manfaat daerah penghasil sumber daya alam terhadap masyarakat. Kami ingin memahami seberapa besar kontribusi PT TIMAH Tbk bagi negara dan masyarakat sekitar. Hari ini, kami mendapatkan penjelasan bahwa PT TIMAH Tbk telah melakukan langkah-langkah strategis yang luar biasa dalam rangka meningkatkan kontribusi kepada masyarakat, sekaligus menjalankan penugasan dari negara,” jelas Misbakhun.
Ia menekankan bahwa PT TIMAH Tbk memiliki peran strategis yang kontribusinya dirasakan masyarakat, baik secara sosial maupun dalam rehabilitasi lahan pasca tambang. Rehabilitasi ini memungkinkan aktivitas penambangan dilakukan secara bertanggung jawab. Namun, menurut Misbakhun, masih ada sejumlah tantangan operasional yang perlu diselesaikan agar kontribusi perusahaan lebih optimal.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Harry Budi Sidharta, memaparkan proses bisnis perusahaan dari eksplorasi hingga pasca tambang. Ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi perusahaan, terutama terkait tumpang tindih lahan dengan izin usaha pertambangan (IUP) perusahaan lain.
“PT TIMAH Tbk terus menggencarkan eksplorasi untuk meningkatkan sumber daya dan cadangan timah perusahaan. Sebanyak 80 persen IUP Timah berada di Bangka Belitung, namun beberapa IUP tumpang tindih dengan sektor lain. Kami terus berupaya menyelesaikan persoalan ini agar IUP perusahaan bisa dioptimalkan,” ungkap Harry.
Harry juga mengapresiasi kunjungan Komisi XI DPR RI dan meminta dukungan agar PT TIMAH Tbk mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong kontribusi perusahaan bagi negara melalui pajak dan royalti, serta bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Kunjungan kerja ini menjadi momen penting bagi Komisi XI DPR RI untuk memahami peran strategis PT TIMAH Tbk dalam pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab, serta upaya perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial dan rehabilitasi lingkungan pasca tambang.
Dengan adanya dialog langsung antara DPR RI dan manajemen PT TIMAH Tbk, diharapkan perusahaan dapat menghadapi tantangan operasional lebih efektif dan memberikan manfaat optimal bagi pembangunan daerah dan penerimaan negara. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)











