
KBOBABEL.COM (PALEMBANG) — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) membentuk Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) guna memastikan pasokan energi aman, lancar, dan terpenuhi selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pembentukan Satgas ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat dan lonjakan konsumsi energi di seluruh wilayah operasional. Jum’at (26/12/2025)
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, mengatakan Satgas Nataru dibentuk untuk menjaga keandalan pasokan BBM, LPG, dan Avtur di lima provinsi yang menjadi wilayah kerja Sumbagsel, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung. Satgas akan bekerja penuh selama periode Nataru dengan fokus pada ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta pelayanan kepada masyarakat.

“Pada masa Satgas Nataru ini kami ingin memastikan ketahanan stok dalam keadaan aman, sehingga distribusi tidak terganggu dan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan libur Nataru dengan nyaman dan tenang,” ujar Erwin, Kamis (25/12/2025).
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel telah melakukan perhitungan proyeksi konsumsi energi berdasarkan tren historis dan peningkatan aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun. Dari hasil proyeksi tersebut, diperkirakan terjadi peningkatan konsumsi Gasoline atau bensin sekitar 4,3 persen dibandingkan rerata konsumsi September–Oktober 2025. Sementara itu, konsumsi Gasoil atau solar diproyeksikan mengalami penurunan sekitar 6,03 persen.
Selain BBM, kebutuhan LPG juga diperkirakan meningkat sekitar 5,6 persen seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga dan usaha kecil selama libur panjang. Untuk kebutuhan Avtur, Pertamina mencatat proyeksi kenaikan cukup signifikan, yakni sekitar 10,8 persen, sejalan dengan meningkatnya jumlah penerbangan dan mobilitas masyarakat melalui transportasi udara.
“Seluruh data proyeksi tersebut kami bandingkan dengan capaian rerata Oktober 2025, sehingga perencanaan pasokan dilakukan secara terukur dan realistis,” jelas Erwin.
Guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, Pertamina Patra Niaga menambah pasokan energi di wilayah Sumbagsel. Tambahan pasokan yang disiapkan meliputi 27.262 kiloliter Gasoline, 2.002 metrik ton LPG, serta 3.960 kiloliter Avtur. Penambahan pasokan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan energi tetap aman di seluruh wilayah.
Dari sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel telah menyiagakan seluruh sarana dan fasilitas pendukung. Infrastruktur yang disiapkan meliputi 677 SPBU, 57 SPBE, serta 532 agen LPG yang tersebar di lima provinsi. Seluruh fasilitas tersebut dipastikan dalam kondisi operasional dan siap melayani kebutuhan masyarakat selama periode Nataru.
Selain layanan reguler, Pertamina juga menghadirkan layanan tambahan di jalur-jalur potensial yang diprediksi mengalami peningkatan arus kendaraan. Layanan tersebut mencakup 144 SPBU Siaga yang beroperasi 24 jam, 479 outlet pangkalan LPG siaga, delapan unit Kiosk Pertamina Siaga di rest area jalan tol, serta layanan Motorist dan Pertamina Delivery Service untuk kondisi darurat.
Pertamina Patra Niaga juga menyediakan dua unit Serambi MyPertamina yang berlokasi di Pelabuhan Bakauheni dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Fasilitas ini memberikan layanan tambahan berupa tempat istirahat, mini klinik, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya bagi konsumen pengguna aplikasi MyPertamina.
Erwin berharap, dengan kesiapan Satgas Nataru dan seluruh infrastruktur yang disiagakan, arus mudik dan libur Natal serta Tahun Baru dapat berjalan lancar. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan dan menggunakan BBM sesuai peruntukan.
“Masyarakat kami imbau untuk menggunakan BBM sesuai kebutuhan, tidak melakukan pembelian berlebihan, serta tetap memperhatikan aspek keselamatan agar libur Nataru berjalan aman dan nyaman,” pungkasnya.
Untuk memastikan pengawasan berjalan optimal, Satgas Nataru juga menyiagakan tim monitoring yang beroperasi selama 24 jam. Tim ini bertugas memantau kondisi stok, distribusi, dan layanan di lapangan, serta merespons cepat apabila terjadi gangguan pasokan, antrean panjang, atau kendala teknis lainnya. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode libur akhir tahun. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara merata, stabil, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap ketersediaan energi nasional, khususnya di wilayah strategis Sumbagsel, yang menjadi jalur utama distribusi logistik, pariwisata, dan pergerakan masyarakat selama momentum libur akhir tahun secara aman, tertib, dan terkendali tanpa gangguan berarti signifikan. (Sumber : detiksumbagsel, Editor : KBO Babel)








