Kapal Nelayan Karam di Bangka Tengah, Satu Korban Ditemukan Tewas

Jasad Nelayan Korban Kapal Karam Ditemukan di Pesisir Pulau Semujur

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) – Kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebuah kapal motor nelayan dilaporkan karam akibat dihantam ombak besar di perairan Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (31/12/2025). Dalam peristiwa tersebut, satu orang nelayan ditemukan meninggal dunia, sementara dua rekannya berhasil selamat. Jum’at (2/1/2026)

Korban meninggal dunia diketahui bernama Maman (52). Jasad korban ditemukan terdampar di pesisir Pulau Semujur, sekitar tiga nautical mile atau mil laut dari titik awal kapal mengalami kecelakaan. Penemuan jasad tersebut mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung selama dua hari sejak korban dinyatakan hilang tenggelam.

banner 336x280

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang melintas di sekitar perairan Pulau Semujur pada Jumat (2/1/2026) pagi. Nelayan tersebut kemudian melaporkan temuannya ke Posko SAR terdekat.

“Ada nelayan yang secara tidak sengaja melihat sesosok tubuh di pinggir pantai Pulau Semujur. Setelah itu, yang bersangkutan segera melapor ke Posko SAR,” kata Mikel kepada sejumlah awak media di Pangkalpinang, Jumat (2/1/2026).

Mendapatkan laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang langsung mengerahkan tim evakuasi menuju lokasi penemuan. Petugas SAR kemudian mengevakuasi jasad korban dengan menggunakan kantong jenazah dan membawanya ke Pantai Pan Semujur.

“Petugas mengevakuasi jasad korban ke dalam kantong mayat, lalu membawanya menuju Pantai Pan Semujur. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka di wilayah Temberan untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Mikel.

Mikel memastikan bahwa jasad yang ditemukan tersebut merupakan nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah kapal motor yang ditumpanginya karam akibat cuaca buruk. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan.

“Kami memastikan korban yang ditemukan adalah Maman, nelayan yang hilang sejak dua hari lalu. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras selama proses pencarian,” katanya.

Peristiwa kecelakaan laut ini bermula pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, kapal motor yang membawa tiga orang nelayan tengah melaut untuk menangkap ikan di sekitar perairan Pulau Panjang. Namun, cuaca tiba-tiba memburuk disertai angin kencang dan ombak besar, sehingga kapal kehilangan kendali dan akhirnya tenggelam.

Dua anak buah kapal (ABK) bernama Husin dan Ahmat berhasil menyelamatkan diri. Keduanya ditemukan oleh nelayan lain sekitar pukul 06.15 WIB dan langsung dievakuasi menuju Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Batu Belubang dalam kondisi selamat. Sementara itu, satu ABK lainnya, yakni Maman, dinyatakan hilang dan diduga tenggelam bersama kapal.

Menindaklanjuti laporan kecelakaan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang memberangkatkan satu tim rescue dan melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan. Proses pencarian dilakukan di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem, dengan gelombang tinggi dan angin kencang yang masih terjadi di perairan Bangka Tengah.

Mikel juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan pengguna transportasi laut, agar lebih waspada terhadap potensi cuaca buruk. Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi angin kencang dan gelombang tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan Januari 2026.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut dan melengkapi diri dengan alat pelindung diri seperti pelampung. Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat beraktivitas di perairan,” tutur Mikel. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *