
KBOBABEL.COM (BANDA ACEH) — Pemerintah pusat menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap pertama kepada masyarakat yang terdampak bencana di tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp878.681.800.000 sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana. Sabtu (7/3/2026)
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.

Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah di tiga provinsi tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen negara dalam membantu masyarakat bangkit dan mempercepat pemulihan kehidupan sosial ekonomi pascabencana.
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tahap pertama ini merupakan langkah awal dari rangkaian bantuan yang akan diberikan pemerintah kepada masyarakat terdampak.
“Nanti ada gelombang berikutnya,” ujar Tito saat menutup kegiatan Khanduri Nuzulul Quran Aceh Ramadan Festival 2026 di kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (6/3/2026).
Sebelumnya, Tito juga menyinggung penyaluran bantuan tersebut dalam acara Penyerahan Santunan Ahli Waris untuk Korban Bencana Hidrometeorologi serta Sosialisasi Penambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 bagi pemerintah daerah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan tersebut digelar secara hybrid dari Gedung MTQ Pidie Jaya, Aceh.
Total bantuan yang disalurkan dalam tahap pertama ini terdiri dari beberapa komponen utama, yakni Bantuan Isian Hunian (BIH), Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE), serta bantuan Jaminan Hidup (Jadup).
Secara keseluruhan, BIH dan BSSE diberikan kepada 67.886 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk komponen BIH, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp203.658.000.000, sedangkan BSSE sebesar Rp339.430.000.000.
Dengan demikian, total bantuan pada kedua komponen tersebut mencapai Rp543.088.000.000.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) kepada masyarakat terdampak yang kehilangan sumber penghidupan akibat bencana. Bantuan ini diberikan kepada 248.588 penerima manfaat dengan nilai Rp450.000 per bulan selama tiga bulan.
Total anggaran untuk program Jadup tersebut mencapai Rp335.593.800.000.
Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui PT Pos Indonesia agar proses distribusi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah bantuan terbesar dalam penyaluran tahap pertama ini. Total bantuan yang disalurkan untuk masyarakat Aceh mencapai Rp450.765.150.000.
Untuk komponen BIH dan BSSE di Aceh, bantuan diberikan kepada 35.085 Keluarga Penerima Manfaat. Rinciannya adalah BIH sebesar Rp105.255.000.000 dan BSSE sebesar Rp175.425.000.000.
Dengan demikian, total bantuan pada dua komponen tersebut mencapai Rp280.680.000.000.
Sementara itu, bantuan Jaminan Hidup (Jadup) di Aceh disalurkan kepada 125.989 penerima manfaat dengan total anggaran sebesar Rp170.085.150.000.
Menurut Tito, sebagian besar bantuan di Aceh dialokasikan untuk wilayah yang mengalami dampak bencana paling parah, termasuk Kabupaten Pidie Jaya.
“Sekitar 400 miliar lebih bantuan berada di Aceh, dan separuhnya sekitar 241 miliar itu di Pidie Jaya,” jelasnya.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara total bantuan yang disalurkan mencapai Rp82.809.950.000.
Bantuan tersebut terdiri dari BIH sebesar Rp11.028.000.000 dan BSSE sebesar Rp18.380.000.000 yang diberikan kepada 3.676 Keluarga Penerima Manfaat. Dengan demikian total bantuan pada dua komponen tersebut mencapai Rp29.408.000.000.
Selain itu, bantuan Jaminan Hidup di Sumatera Utara disalurkan kepada 39.557 penerima manfaat dengan total anggaran sebesar Rp53.401.950.000.
Adapun untuk Provinsi Sumatera Barat, pemerintah menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp43.440.100.000.
Bantuan tersebut terdiri dari BIH sebesar Rp10.617.000.000 dan BSSE sebesar Rp17.695.000.000 yang diberikan kepada 3.539 Keluarga Penerima Manfaat.
Total bantuan dari dua komponen tersebut mencapai Rp28.312.000.000.
Sementara itu, bantuan Jaminan Hidup di Sumatera Barat diberikan kepada 11.206 penerima manfaat dengan total anggaran sebesar Rp15.128.100.000.
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat terdampak bencana dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
Selain itu, bantuan juga diharapkan mampu mendorong percepatan pemulihan ekonomi masyarakat, terutama bagi mereka yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana.
Pemerintah memastikan seluruh bantuan disalurkan berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi sehingga penyalurannya tepat sasaran.
Dengan adanya bantuan tersebut, pemerintah berharap masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal sekaligus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana. (Sumber : Tribunnews.com, Editor : KBO Babel)









