KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid As-Sa’adah, Sabtu (21/3/2026). Pelaksanaan salat berlangsung khidmat dan penuh makna, terlebih masjid tersebut memiliki nilai historis bagi dirinya sebagai tempat ibadah sejak masa kecil.
Kehadiran orang nomor satu di Provinsi Bangka Belitung itu disambut hangat oleh masyarakat yang telah memadati masjid sejak pagi hari. Tanpa pengawalan ketat, Hidayat Arsani tampak berbaur dengan warga, melaksanakan salat berjamaah layaknya masyarakat pada umumnya.
Dalam keterangannya, Hidayat Arsani mengungkapkan bahwa Masjid As-Sa’adah memiliki kenangan mendalam dalam perjalanan hidupnya. Ia menyebut, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, dirinya telah terbiasa beribadah di masjid tersebut.
“Hari ini saya salat di tempat kelahiran saya di Gabek. Masjid ini punya banyak kenangan indah, sejak SD saya sudah di sini,” ujar Hidayat Arsani.
Momen tersebut menjadi lebih dari sekadar pelaksanaan ibadah rutin tahunan. Bagi Hidayat, kembali ke masjid masa kecilnya merupakan bentuk refleksi diri sekaligus pengingat akan perjalanan hidup yang telah dilalui hingga kini dipercaya memimpin daerah.
Usai pelaksanaan salat Id, suasana keakraban semakin terasa. Warga berbondong-bondong mendekati gubernur untuk bersalaman dan menyampaikan ucapan selamat Idulfitri. Tidak sedikit pula masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Dengan sikap terbuka, Hidayat Arsani menyambut setiap warga yang ingin berinteraksi. Ia tampak melayani masyarakat dengan ramah, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam pesannya kepada masyarakat, Hidayat Arsani menekankan pentingnya menjadikan momentum Idulfitri 1447 Hijriah sebagai ajang introspeksi diri. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperbaiki diri serta meningkatkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.
“Pesan saya kepada masyarakat, kita harus selalu sehat dan banyak bersyukur. Hidup ini sederhana, yang penting kita bersyukur kepada Allah SWT,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Idulfitri, seperti saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi, harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
Setelah rangkaian salat Id selesai, kegiatan Gubernur dilanjutkan dengan agenda open house di Rumah Dinas Gubernur Bangka Belitung di Pangkalpinang. Acara tersebut kembali menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Dari pantauan di lapangan, puluhan warga mulai berdatangan ke rumah dinas untuk bersilaturahmi. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga tokoh daerah. Selain itu, kegiatan juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wali Kota Pangkalpinang, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bangka Belitung, serta kepala perangkat daerah.
Dalam open house tersebut, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menyediakan berbagai hidangan untuk para tamu. Menu yang disajikan cukup beragam, mulai dari bakso, pempek, siomay, hingga berbagai makanan berat dan minuman segar.
Kehadiran hidangan tersebut semakin menambah suasana kebersamaan, di mana masyarakat dapat menikmati momen Lebaran dalam suasana santai bersama pemimpin daerah.
Di sela-sela kegiatan, Hidayat Arsani juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang melakukan perjalanan mudik. Ia meminta agar masyarakat tetap berhati-hati serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum digunakan.
“Kami ingatkan kepada para sopir untuk memastikan kondisi tubuh sehat dan kendaraan dalam keadaan baik sebelum bepergian. Jika semuanya sudah siap, silakan melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai posko pelayanan, termasuk tim medis, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.
“Semua sudah disiapkan, ada posko dan tim medis. Ini bentuk kehadiran negara dalam menjaga masyarakat selama momen Lebaran,” tambahnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Hidayat Arsani menunjukkan komitmennya untuk selalu dekat dengan masyarakat. Kehadirannya di tengah warga, baik saat salat Id maupun open house, menjadi simbol kepemimpinan yang mengedepankan kedekatan dan kebersamaan.
Momentum Idulfitri 1447 Hijriah pun dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasi dalam membangun daerah. (Sandy Batman/KBO Babel)











