Lapas Tua Tunu Luncurkan Program Pupuk, Pemkot Pangkalpinang Dukung Penuh Pembinaan Warga Binaan

Dessy Ayutrisna Tinjau Lapas Tua Tunu, Dorong Pembinaan Berbasis Keterampilan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Kota Pangkalpinang menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan berbasis keterampilan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tua Tunu. Hal ini terlihat dalam kunjungan kerja Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, yang mendampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, pada Kamis (26/3/2026). Jum’at (27/3/2026)

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga difokuskan pada peresmian program pengelolaan pupuk yang melibatkan warga binaan sebagai pelaku utama. Program ini digagas sebagai bagian dari upaya pembinaan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek hukuman, melainkan juga pemberdayaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

banner 336x280

Dalam kesempatan itu, rombongan meninjau langsung proses pengolahan pupuk yang dilakukan oleh warga binaan. Mereka tampak aktif mengikuti setiap tahapan produksi, mulai dari pengumpulan bahan baku hingga proses pengolahan menjadi pupuk siap pakai. Program ini diharapkan mampu memberikan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan bahwa pendekatan pembinaan di lapas harus bersifat komprehensif dan berorientasi pada masa depan warga binaan. Menurutnya, memberikan bekal keterampilan adalah langkah strategis agar mereka memiliki kesempatan untuk hidup mandiri setelah menjalani masa hukuman.

“Melalui program pengelolaan pupuk ini, kita ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga mendapatkan keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal hidup. Ini penting agar mereka mampu mandiri dan produktif saat kembali ke masyarakat,” ujar Dessy.

Ia menambahkan, pengelolaan pupuk dipilih karena memiliki nilai manfaat yang luas, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Produk pupuk yang dihasilkan berpotensi memiliki nilai jual, sehingga dapat menjadi peluang usaha bagi warga binaan di masa depan.

“Program ini memiliki manfaat ganda. Selain meningkatkan keterampilan, juga memberikan nilai ekonomi dan mendukung upaya pelestarian lingkungan. Ini adalah bentuk pembinaan yang menyentuh berbagai aspek sekaligus,” katanya.

Dessy juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pihak lapas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program serta optimalisasi hasil yang dapat dirasakan oleh warga binaan.

“Kami di Pemerintah Kota Pangkalpinang sangat mendukung program inovatif seperti ini. Ke depan, perlu ada penguatan dari sisi pelatihan lanjutan, pendampingan, hingga pemasaran hasil produksi agar manfaatnya bisa lebih luas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, turut mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh pihak Lapas Tua Tunu. Ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk bagi warga binaan.

Menurutnya, pembinaan yang efektif adalah pembinaan yang mampu mengubah pola pikir serta memberikan keterampilan yang aplikatif. Dengan demikian, warga binaan tidak hanya siap kembali ke masyarakat, tetapi juga memiliki daya saing.

Selain peresmian program pengelolaan pupuk, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada warga binaan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian serta dukungan terhadap proses pembinaan yang sedang berjalan di dalam lapas.

Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan pembinaan, baik yang bersifat keterampilan maupun kebutuhan sehari-hari warga binaan. Dengan dukungan tersebut, diharapkan suasana pembinaan di lapas menjadi lebih kondusif dan produktif.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir dalam setiap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Melalui program-program inovatif seperti pengelolaan pupuk, diharapkan warga binaan dapat memiliki harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.

Ke depan, Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk terus mendukung program-program serupa yang berfokus pada pemberdayaan dan peningkatan keterampilan. Dengan demikian, proses reintegrasi sosial warga binaan dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mengurangi potensi mereka untuk kembali melakukan pelanggaran hukum.

Program ini menjadi salah satu contoh bahwa pembinaan yang tepat dapat membuka peluang baru, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi pembangunan masyarakat secara keseluruhan. (Sandy Batman/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *