Hangatnya Maras Taun di Belitung, Hidayat Arsani Ajak Warga Jaga Tradisi

Maras Taun dan Halal Bihalal di Belitung, Simbol Kebersamaan dan Kearifan Lokal

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BELITUNG) — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menghadiri kegiatan adat Maras Taun yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal dalam suasana Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan tersebut digelar di kediaman Pak Dukun Ulim, Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Minggu (5/4/2026). Selasa (7/4/2026)

Kehadiran Gubernur dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya lokal yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat. Maras Taun sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Belitung yang sarat dengan nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Hidayat Arsani menegaskan bahwa Maras Taun bukan sekadar seremoni adat, tetapi memiliki makna mendalam sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus simbol harapan masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik ke depan.

“Maras Taun ini memiliki nilai spiritual sebagai bentuk rasa syukur dan harapan masyarakat kepada Allah SWT, sekaligus cerminan kearifan lokal yang harus terus kita lestarikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi ini juga menjadi refleksi kuat dari nilai gotong royong yang selama ini menjadi karakter masyarakat Belitung. Dalam pelaksanaannya, Maras Taun melibatkan berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama menjaga kelangsungan tradisi tersebut.

Selain itu, Gubernur turut memberikan apresiasi kepada Forum Kedukunan Adat Belitong yang dinilai berperan penting dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat. FKAB menjadi wadah pemersatu para dukun kampung yang memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat Belitung.

“Saya bangga dapat hadir dan beramah tamah di tengah-tengah masyarakat, terutama dengan para dukun kampung se-Pulau Belitung. Tugas kita bersama adalah menjaga desa, jangan sampai ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hidayat Arsani juga menyampaikan refleksi atas masa kepemimpinannya yang hampir memasuki satu tahun. Ia mengakui bahwa masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki dalam upaya membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.

“Saya sebagai Gubernur Babel, jika ada salah mohon dimaafkan. Mari kita katakan Indonesia bersatu, Babel bersatu, dan semua dukun bersatu, untuk Babel aman dan sejahtera,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri masyarakat. Selain itu, pelestarian budaya juga dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun daerah yang harmonis dan produktif.

Kegiatan Maras Taun yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal ini berlangsung dengan penuh khidmat dan kehangatan. Acara diisi dengan doa bersama, prosesi adat, serta ramah tamah antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, para dukun kampung se-Pulau Belitung, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.

Sementara itu, Ketua FKAB, Muktie Maharip, menegaskan bahwa ritual Maras Taun merupakan tradisi yang harus terus dijaga sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Belitung. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk syukuran atau selamat kampung.

“Ini acara rutin kami tiap tahun, syukuran atau selamat kampung. Kami meneruskan adat budaya zaman dulu dan akan terus kami pelihara untuk menjaga keharmonisan,” jelasnya.

Muktie juga menambahkan bahwa keberadaan FKAB memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat. Organisasi ini menjadi wadah pemersatu para dukun kampung agar tradisi tidak hilang seiring perkembangan zaman.

“Keberadaan persatuan dukun Belitung ini untuk menjaga jangan sampai adat istiadat kita hilang. Kita menghargai dan menghormati mereka, walaupun mereka tidak ada,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Maras Taun tetap relevan dalam kehidupan modern. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, tradisi Maras Taun diharapkan dapat terus lestari dan menjadi kebanggaan daerah. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat persatuan serta memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan budaya masyarakat Belitung. (Faras Prakasa/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *