Bareskrim Polri Periksa 13 Merek Beras Terkait Dugaan Oplosan, Ini Daftar Perusahaan yang Terlibat

Diduga Oplosan, 13 Merek Beras Diperiksa Satgas Pangan Termasuk Wilmar dan Food Station

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Jakarta) – Satgas Pangan Polri tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah perusahaan besar produsen dan distributor beras terkait dugaan pelanggaran mutu dan takaran dalam produk yang beredar di pasaran. Ada 13 merek beras yang kini ikut terseret dalam penyelidikan, termasuk merek-merek terkenal yang banyak dijual di minimarket dan pusat perbelanjaan. Senin (14/7/2025)

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf membenarkan adanya pemeriksaan yang masih berlangsung terhadap beberapa perusahaan besar.

banner 336x280

“Betul, masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Brigjen Helfi kepada wartawan, Jumat (11/7/2025).

Beberapa merek beras yang saat ini menjadi sorotan antara lain Sania, Sovia, Fortune, dan Siip yang merupakan produk dari Wilmar Group. Selain itu, terdapat pula merek-merek premium seperti Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos yang diproduksi oleh PT Food Station Tjipinang Jaya.

Merek lain yang juga masuk dalam daftar pemeriksaan adalah Raja Platinum dan Raja Ultima produksi PT Belitang Panen Raya, serta merek Ayana milik PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group). Dugaan pelanggaran ini muncul setelah Satgas Pangan mengambil sampel beras kemasan dari berbagai daerah untuk dilakukan pengujian.

Adapun perusahaan-perusahaan yang telah dimintai keterangan oleh Satgas Pangan Polri meliputi Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group). Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan apakah ada praktik pengoplosan atau pelanggaran standar mutu yang merugikan konsumen.

Kepala Divisi Unit Beras PT Sentosa Utama Lestari (SUL), Carmen Carlo Ongko, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh proses pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Dalam menjalankan operasional bisnis, kami memastikan seluruh proses produksi dan distribusi beras PT SUL dijalankan sesuai dengan standar mutu dan regulasi yang berlaku,” kata Carmen dalam pernyataan resminya, Sabtu (12/7/2025).

Carmen menambahkan, perusahaan selalu melakukan pengawasan internal secara berkala dan ketat untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan. “Pengawasan internal perusahaan dilakukan secara berkala dan ketat, mencakup aspek takaran, kebersihan, serta pelabelan produk,” jelasnya.

Meski hasil pemeriksaan akhir dari Satgas Pangan belum diterima, PT SUL menyatakan kesiapannya untuk dievaluasi.

“Kami belum menerima hasil akhir dari proses pemeriksaan yang berlangsung, namun tetap terbuka terhadap evaluasi dan terus secara rutin melakukan langkah perbaikan demi menjamin kualitas produk untuk masyarakat,” ujar Carmen.

Sementara itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso, mengaku pihaknya akan segera melakukan langkah koordinasi dan verifikasi internal terkait pemeriksaan tersebut.

“Saya akan koordinasi, dan men-cross check dulu,” kata Karyawan saat dimintai keterangan.

Hingga berita ini diturunkan,media juga telah berupaya menghubungi pihak Wilmar Group dan PT Belitang Panen Raya untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait pemeriksaan yang dilakukan Satgas Pangan Polri. Namun, kedua perusahaan tersebut belum memberikan respon.

Satgas Pangan Polri menegaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kepercayaan publik terhadap keamanan dan mutu beras yang beredar di pasaran.

Pemeriksaan yang dilakukan terhadap para produsen besar ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai isu dugaan oplosan yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Satgas Pangan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan yang tengah berjalan.

Jika terbukti ada pelanggaran, pihak kepolisian menyatakan akan mengambil langkah hukum tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan. Pemeriksaan ini menjadi perhatian publik karena melibatkan merek-merek besar yang selama ini dikenal luas di kalangan konsumen Indonesia. (Sumber: Kompas.com, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *