Kerupuk Bangka Terenak di Dunia! Menteri Koperasi Siap Pasarkan ke Mancanegara

Kerupuk Bangka Jadi Primadona, Pemerintah Dorong Ekspor Lewat Program KOPDES

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Produk olahan laut khas Bangka Belitung kembali mencuri perhatian setelah Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, memberikan pujian tinggi terhadap kerupuk Bangka. Dalam kunjungan kerjanya ke Pangkalpinang, Budi menyebut kerupuk Bangka sebagai yang terbaik di dunia, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangannya agar mampu menembus pasar global. Selasa (15/7/2025)

“Kerupuk Bangka adalah yang terenak di dunia, bukan hanya di Indonesia,” tegasnya di hadapan pelaku usaha kecil dan menengah, Senin (14/7/2025).

banner 336x280

Pernyataan tersebut bukan hanya sanjungan semata, tetapi juga bagian dari strategi besar pemerintah untuk memajukan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih (KOPDES). Program ini dirancang untuk mendorong produk lokal, seperti kerupuk Bangka, agar lebih kompetitif dan memiliki akses pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Budi mengaku, setiap kunjungannya ke Bangka Belitung selalu menyempatkan diri membawa pulang kerupuk Bangka sebagai oleh-oleh favorit. Menurutnya, cita rasa gurih dan tekstur renyah menjadi daya tarik yang mampu bersaing dengan produk sejenis di pasar internasional.

“Nanti kerupuk-kerupuk Bangka akan dijual di Jakarta, di Jawa Tengah, di Jawa Barat,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Program KOPDES yang akan diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo pada 21 Juli mendatang, menargetkan terbentuknya 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Koperasi-koperasi ini akan menjadi penggerak utama dalam mengembangkan ekonomi berbasis desa, termasuk memberdayakan para pembuat kerupuk Bangka agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.

“Ekosistemnya akan terbentuk secara kokoh,” tegas Budi lagi.

Salah satu fokus utama dalam KOPDES adalah digitalisasi. Dengan pemanfaatan teknologi, para pengrajin kerupuk diharapkan bisa memasarkan produknya secara online sehingga mampu menjangkau konsumen di seluruh Indonesia bahkan hingga luar negeri. Selain itu, KOPDES juga akan mempermudah akses permodalan, sehingga pelaku UMKM tidak lagi terkendala dalam mengembangkan usaha mereka.

“Ini akan memberdayakan masyarakat lokal dan menciptakan nilai tambah signifikan bagi perekonomian Bangka Belitung,” tambahnya.

Selain memperluas pasar, program ini juga dirancang untuk memperbaiki rantai pasok. Dengan sistem koperasi, harga bahan baku diharapkan lebih stabil dan kompetitif, sehingga keuntungan para pengrajin kerupuk dapat meningkat.

“Inilah tahun kebangkitan koperasi dan kebangkitan ekonomi rakyat,” tandas Menteri Budi dengan penuh keyakinan.

Pernyataan Menteri Budi disambut hangat oleh pelaku UMKM di Bangka Belitung. Mereka berharap dengan dukungan pemerintah, kerupuk Bangka tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga ikon produk Indonesia yang mendunia. (Sumber: Suaramelayu.co.id, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *