Hendropriyono Sebut Ada Dalang Pihak Asing Dibalik Demo Rusuh, BIN dan Polri Dinilai Lalai

Kericuhan Demo DPR Berujung Maut, Hendropriyono Janji Ungkap Dalang Luar Negeri

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Jakarta) – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono angkat bicara terkait aksi demo yang berujung ricuh di Gedung DPR/MPR beberapa waktu lalu. Mantan jenderal intelijen itu menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi bukanlah murni gerakan mahasiswa dan buruh, melainkan terdapat pihak luar yang menjadi dalang di balik kekacauan tersebut. Sabtu (30/8/2025)

“Ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana,” kata Hendropriyono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 28 Agustus 2025 kemarin.

banner 336x280

“Dari luar. Dari luar,” sambungnya menegaskan.

Menurut Hendropriyono, pihak luar negeri tersebut hanya menggerakkan orang-orang tertentu yang ada di Indonesia untuk menciptakan situasi ricuh. Ia menduga kaki tangan di dalam negeri yang digerakkan bahkan tidak sadar bahwa mereka sedang diperalat oleh pihak asing.

“Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka,” jelasnya.

Pernyataan Hendropriyono ini sekaligus menyinggung kinerja sejumlah institusi strategis negara. Ia menyebut Badan Intelijen Negara (BIN) di bawah pimpinan Letjen TNI (Purn) Muhammad Herindra perlu dievaluasi. Hal yang sama juga disampaikannya untuk Badan Intelijen dan Keamanan Polri (Baintelkam Polri) di bawah kendali Komjen Pol Akhmad Wiyagus, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurutnya, aparat intelijen seharusnya bisa mendeteksi sejak dini adanya pihak luar yang menunggangi aksi massa sehingga tidak menimbulkan kericuhan yang memakan korban jiwa.

Sopir Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Kerusuhan pada Kamis (28/8/2025) itu memunculkan tragedi. Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (21) meninggal dunia setelah ditabrak dan dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Peristiwa nahas tersebut terjadi setelah kelompok mahasiswa dan massa masyarakat mengambil alih aksi protes yang semula digelar oleh buruh di depan Gedung DPR.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, dalam konferensi pers di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Ia menegaskan, pelaku penabrakan sudah diserahkan kepada Divisi Propam Polri.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Abdul Karim, menyampaikan rasa duka cita mendalam. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Pelaku kita sudah amankan. Saat ini dalam proses pemeriksaan yang dilakukan tim gabungan Propam Mabes Polri dan Propam Korps Brimob Polri mengingat pelaku berasal dari kesatuan Brimob Polda Metro Jaya,” kata Irjen Abdul Karim.

Menurutnya, terdapat tujuh anggota Brimob yang saat itu berada dalam kendaraan taktis tersebut. Mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.

“Masih kita dalami perannya, siapa yang menyetir, masih kita dalami. Yang jelas ketujuh orang ini berada dalam satu kendaraan,” jelasnya.

Gelombang Ojol Geruduk Mako Brimob

Pasca tragedi itu, ratusan pengemudi ojek online beratribut jaket hijau mendatangi Markas Komando Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat. Aksi mereka dipicu oleh kemarahan atas insiden yang menewaskan salah satu rekan sejawat.

Video rekaman yang memperlihatkan kendaraan taktis Brimob melindas korban viral di media sosial. Dalam rekaman yang diterima BBC News Indonesia, tampak mobil rantis tersebut tetap melaju meski korban sudah terkapar. Beberapa demonstran mencoba mengejar dan menghentikan kendaraan, namun gagal.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” ujar Sigit kepada wartawan.

Awal Kericuhan di Depan DPR

Kericuhan pada Kamis 28 Agustus 2025 bermula dari aksi buruh yang digelar di depan Gedung DPR. Pada siang hari, sebagian besar buruh telah membubarkan diri. Namun, pada pukul 13.47 WIB, kelompok mahasiswa mulai berdatangan dengan berjalan kaki dari Palmerah menuju DPR.

Mereka menolak fasilitas dan tunjangan mewah yang diberikan kepada anggota DPR.

Berdasarkan pantauan wartawan, pukul 15.17 WIB gelombang massa semakin besar. Mereka merangsek ke barisan polisi di depan gerbang DPR. Aparat yang berjaga menembakkan air untuk membubarkan massa.

Aksi saling serang pun terjadi. Massa melempar batu dan benda keras, sementara aparat menggunakan meriam air (water canon). Sekitar pukul 15.35 WIB, massa mundur dari depan Gedung DPR, namun bentrokan berlanjut hingga ke kolong jalan layang Pejompongan, Slipi, dekat Stasiun Palmerah.

Kericuhan berlangsung hingga malam hari. Polisi terus membubarkan massa dengan barikade dan dorongan. Beberapa demonstran bahkan melempar kembang api ke arah aparat.

Kerusuhan juga berdampak pada jalur transportasi. Layanan KRL Commuter Line terganggu.

“Jalur rel lintas Tanah Abang – Palmerah terdapat kerumunan massa. Untuk sementara, perjalanan Commuter Line Rangkasbitung dari Stasiun Tanah Abang dihentikan,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus kepada wartawan.

Evaluasi Kinerja Intelijen

Pernyataan Hendropriyono soal adanya “dalang luar negeri” menambah tekanan bagi institusi keamanan. Publik kini menyoroti apakah benar aparat intelijen tidak mampu mendeteksi potensi kerusuhan yang ditunggangi pihak asing.

Dengan korban jiwa yang jatuh, evaluasi menyeluruh terhadap BIN, Baintelkam Polri, dan Polri menjadi sorotan penting. Transparansi penegakan hukum terhadap anggota Brimob yang terlibat juga ditunggu masyarakat luas.

Kini, publik menanti janji Hendropriyono untuk membuka siapa sosok yang dimaksud sebagai dalang luar negeri. Sementara itu, keluarga korban dan masyarakat menuntut keadilan serta kepastian hukum atas tragedi yang menimpa Affan Kurniawan. (Sumber: Matahukum.bet, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *