KBOBABEL.COM (BELITUNG TIMUR) – Harapan baru tumbuh di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seiring dimulainya pembangunan SMA Unggulan Garuda, Rabu (8/10/2025). Sekolah ini menjadi simbol transformasi daerah penghasil timah menuju pusat pendidikan unggulan di Indonesia bagian barat. Kamis (9/10/2025)
Kabupaten yang berhadapan langsung dengan Selat Karimata ini selama ini dikenal sebagai kawasan tambang timah aktif. Bijih timah tersebar luas, baik di darat maupun di laut, menjadikan sektor pertambangan sebagai denyut utama ekonomi masyarakat. Di sisi lain, masyarakat nelayan dan petani lada tetap menjadi penopang kehidupan sosial ekonomi yang kuat di wilayah tersebut.
Penanggung jawab (PJ) Sekda Belitung Timur, Hendri Yani, mengatakan bahwa masyarakat Beltim memiliki karakter sosial yang khas dan penuh toleransi. Menurutnya, kemajemukan yang terbentuk selama bertahun-tahun menjadi kekuatan utama daerah ini.
“Masyarakat nelayan, penambang, dan petani telah terbentuk sejak lama, sekaligus pekerjaan paling dominan ada di sektor tersebut,” kata Hendri.
Ia menambahkan, dari beragam profesi tersebut tumbuh interaksi sosial yang kuat. Salah satunya melalui budaya warung kopi yang sangat melekat di masyarakat Belitung Timur.
“Ada interaksi sosial karena di warung kopi itu masyarakat bercerita. Dari situlah tumbuh solidaritas dan saling pengertian antarwarga,” ujarnya.
Belitung Timur bahkan dikenal sebagai daerah “seribu satu warung kopi.” Di tempat-tempat itulah masyarakat berbagi cerita, berdiskusi, hingga membicarakan masa depan daerah mereka.
Selain kaya akan sumber daya alam dan budaya, Belitung Timur juga dikenal melahirkan banyak tokoh nasional. Di antaranya Yusril Ihza Mahendra, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Dipa Nusantara Aidit. Dari dunia sastra, ada Andrea Hirata, penulis novel Laskar Pelangi yang mengangkat kisah inspiratif pendidikan dari tanah kelahirannya.
Hendri berharap, hadirnya SMA Unggulan Garuda dapat menjadi kelanjutan dari semangat pendidikan yang sudah lama tumbuh di daerah ini.
“Kami ingin menjaga marwah Belitung Timur sebagai tanah lahirnya tokoh-tokoh besar. Dengan adanya SMA Garuda, kami optimistis akses pendidikan unggulan semakin terbuka luas,” katanya.
Sekolah Garuda akan dibangun di Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur. Proyek ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan mempercepat pemerataan akses pendidikan unggulan di 16 titik strategis di Indonesia.
Sekolah ini menitikberatkan pada kurikulum berbasis sains, teknologi, dan kolaborasi internasional, termasuk kerja sama dengan sejumlah universitas luar negeri. Program beasiswa penuh (scholarship) juga disiapkan pemerintah pusat untuk siswa berprestasi dari berbagai daerah, termasuk Belitung Timur.
“Ada semacam scholarship yang semuanya ditanggung pemerintah pusat. Tentu ini menjadikan Belitung Timur semakin maju, karena sejak awal sudah banyak tokoh dari sini,” ujar Hendri.
Peluncuran pembangunan SMA Garuda turut dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, serta Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani. Kehadiran para pejabat ini menandakan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap penguatan pendidikan di daerah penghasil sumber daya alam.
Wamendiktisaintek Stella Christie menyebut Belitung Timur sebagai lokasi yang istimewa.
“Bagi saya, Kabupaten Belitung Timur sangat istimewa karena menjadi lokasi pertama yang akan menjadi tempat berdirinya Sekolah Garuda. Tidak semua provinsi terpilih menjadi tempat pembangunan sekolah ini,” ujarnya.
Menurut Stella, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia unggul.
“Kami ingin anak-anak dari daerah kaya sumber daya alam seperti Beltim tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama kemajuan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Babel Hidayat Arsani menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas kepercayaannya menjadikan Beltim sebagai titik awal pembangunan SMA Garuda. Ia berharap keberadaan sekolah ini dapat menginspirasi daerah lain untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dan pendidikan.
“Beltim bukan hanya tentang tambang timah. Kami ingin dunia melihat bahwa dari negeri tambang ini juga lahir generasi emas yang siap bersaing di kancah global,” kata Hidayat.
Sebagai penutup acara peluncuran, dilakukan penanaman pohon lokal di lahan pembangunan sekolah sebagai simbol harapan, keberlanjutan, dan komitmen terhadap lingkungan.
Dengan berdirinya SMA Unggulan Garuda, Belitung Timur memulai babak baru: dari daerah tambang menuju pusat pendidikan unggulan yang melahirkan generasi masa depan Indonesia. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)










