KBOBABEL.COM (SUNGAILIAT) – Suasana laut di perairan Pantai Pesaren, Tuing, Kabupaten Bangka, pada Senin (13/10/2025) dini hari mendadak mencekam. Kapal Motor (KM) Nur Aini yang tengah lego jangkar untuk memancing ikan tiba-tiba disambar petir hingga membuat seluruh peralatan listrik di kapal rusak dan mesin mati total. Empat nelayan yang menjadi kru kapal tersebut beruntung berhasil selamat setelah dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Selasa (14/10/2025)
Informasi awal diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang pada Minggu (12/10/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. KM Nur Aini yang berangkat dari Pelabuhan Pangkalarang menuju perairan Pesaren dilaporkan mengalami mati mesin usai disambar petir. Kapal tersebut diketahui membawa empat orang anak buah kapal (ABK) yang berangkat untuk memancing ikan.
Menurut laporan resmi Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, kapal berangkat dari pelabuhan pada Minggu pagi dan tiba di area memancing sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah lego jangkar, para ABK langsung memulai aktivitas memancing hingga malam hari. Namun, pada Senin dini hari sekitar pukul 04.36 WIB, cuaca di sekitar lokasi mendadak berubah menjadi hujan gerimis yang disertai petir.
“Salah satu ABK mengatakan, tiba-tiba sebuah petir menyambar kapal mereka hingga membuat seluruh kru terbangun dan panik. Akibat sambaran pertama itu, beberapa peralatan listrik seperti aki, lampu, dan sistem kelistrikan kapal langsung rusak total,” ujar Made Oka, Senin (13/10/2025).
Namun malang tak dapat ditolak, beberapa detik kemudian petir kembali menyambar kapal tersebut. Sambaran kedua membuat para ABK semakin ketakutan, bahkan beberapa di antaranya mengaku sempat merasakan aliran listrik dari sambaran itu.
“Saat salah satu ABK mencoba menyalakan mesin kapal, mereka mendapati dinamo starter dalam keadaan hangus terbakar. Diduga kuat akibat dari sambaran petir tersebut,” jelasnya.
Setelah memastikan mesin kapal tidak bisa dihidupkan, para nelayan mencoba memperbaiki kerusakan secara manual. Namun hingga pukul 10.00 WIB, usaha mereka tak membuahkan hasil. Mesin kapal tetap tidak berfungsi, sementara cuaca di perairan Pesaren masih belum stabil.
Dalam kondisi darurat, salah satu ABK akhirnya menghubungi pemilik kapal untuk melaporkan kejadian dan meminta bantuan. Pemilik kapal lantas segera menghubungi Kantor SAR Pangkalpinang agar mengirimkan tim evakuasi.
“Menerima laporan tersebut, kami langsung mengerahkan satu tim rescue menggunakan kapal menuju lokasi kejadian. Berdasarkan koordinat yang diberikan, posisi KM Nur Aini berada pada titik 1°23’10.62″S dan 105°59’29.94″E,” ungkap Made Oka.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Kantor SAR Pangkalpinang, Satpolairud Polres Pangkalpinang, dan Pos TNI AL Pangkalbalam langsung bergerak cepat menuju lokasi. Setelah beberapa waktu menelusuri koordinat, mereka berhasil menjalin komunikasi dengan ABK KM Nur Aini untuk memastikan posisi kapal yang terapung di tengah laut.
“Setelah posisi kapal berhasil dipastikan, tim langsung melakukan proses evakuasi terhadap empat orang ABK. Mereka semua dalam kondisi selamat, meski sempat mengalami kepanikan akibat insiden sambaran petir itu,” jelasnya.
Tim SAR kemudian menarik kapal tersebut menggunakan kapal bantuan menuju Pelabuhan Pangkalbalam. Proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti, dan seluruh kru kapal berhasil dibawa ke daratan dengan selamat.
“Seluruh kru dalam keadaan baik dan tidak ada korban luka serius. Hanya saja, kapal mengalami kerusakan pada sistem kelistrikan dan mesin yang hangus terbakar akibat sambaran petir,” tambah Made Oka.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses penyelamatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Satpolairud Polres Pangkalpinang dan Pos TNI AL Pangkalbalam atas dukungannya dalam operasi ini. Berkat kerja sama yang baik, keempat ABK berhasil dievakuasi dengan selamat,” ujarnya.
Insiden yang dialami KM Nur Aini menjadi pengingat bagi para nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem di laut. Kepala Kantor SAR Pangkalpinang juga mengimbau agar para nelayan selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut, terutama saat musim peralihan yang rawan petir dan badai.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau agar para nelayan selalu memperhatikan informasi dari BMKG dan membawa peralatan keselamatan yang memadai sebelum berangkat melaut,” tutup Made Oka.
Dengan selamatnya empat nelayan KM Nur Aini dari maut, operasi penyelamatan di perairan Pesaren ini menjadi bukti kesigapan tim SAR gabungan dalam menanggulangi keadaan darurat di laut. (Sumber : Babel Pos, Editor : KBO Babel)











