AKAR Research Center: Elektabilitas MERDEKA Melejit, Rival Dihantam Isu Hukum dan Blunder

Pilkada Pangkalpinang Memanas, Pasangan Independen Kuasai Tren Elektoral

Uncategorized378 Dilihat
banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Peta politik menjelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang 2025 semakin dinamis. AKAR Research Center merilis hasil survei terbaru pasca debat kedua dan rangkaian kegiatan kampanye yang menyoroti pergeseran tren elektabilitas para kandidat. Survei dilakukan pada 20–22 Agustus 2025 terhadap 1.200 responden di tujuh kecamatan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±2,9% dan tingkat kepercayaan 95%. Senin (25/8/2025)

Hasil survei tersebut menunjukkan pasangan independen Eka Mulya Putra – Radmida Dawam (MERDEKA) berada di posisi teratas dengan dukungan 32,8%. Di urutan kedua terdapat pasangan Udin – Dessy dengan perolehan 28,1%, disusul pasangan petahana Molen – Zeki sebesar 25,4%. Adapun pasangan Basit Sucipto bersama pasangannya hanya meraih dukungan 9,6%, sementara publik yang masih ragu-ragu tercatat 4,1%.

banner 336x280

Pasangan MERDEKA Terus Naik
AKAR Research Center dalam laporannya menyebut pasangan independen Eka Mulya – Radmida Dawam menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Dukungan publik semakin menguat seiring kreativitas tim pemenangan mereka yang aktif menggelar kegiatan berbasis komunitas, seni, budaya, hingga aksi sosial.

“Publik menilai pasangan ini menawarkan warna baru politik Pangkalpinang sebagai pencetak Sejarah demokasi di Indonesia, sekaligus tampil percaya diri dalam debat kedua,” tulis analisis AKAR Research Center.

Udin – Dessy Merosot Karena Isu Hukum
Posisi Udin – Dessy yang sempat unggul di survei sebelumnya kini mengalami penurunan. Lembaga survei menyoroti sejumlah faktor penyebab merosotnya elektabilitas pasangan tersebut.

“Meski sempat unggul di survei sebelumnya, kini posisinya merosot. Faktor utama adalah sorotan publik terhadap dugaan kasus BUMD yang menyeret Udin, serta isu hukum yang melibatkan suami Dessy. Selain itu, blunder dalam penampilan debat pertama, di mana jawaban pasangan ini dianggap tidak fokus, bermain drama, melemahkan UMKM sehingga membuat sebagian pemilih mulai ragu,” demikian analisis AKAR Research Center.

Isu hukum dan blunder saat debat disebut menjadi beban berat bagi pasangan ini, yang sebelumnya memiliki basis dukungan kuat dari kelompok pemilih perkotaan.

Molen – Zeki Melemah Karena Kebijakan Tidak Populer
Kendati berstatus petahana, tren elektabilitas pasangan Molen – Zeki menunjukkan penurunan signifikan. Isu kebijakan serta manuver politik yang dianggap tidak menguntungkan menjadi sorotan utama publik.

“Dua faktor utama adalah isu kenaikan PBB dan indikasi praktik jual beli jabatan, yang menciptakan persepsi negatif. Selain itu, pemilihan wakil yang justru tidak menguntungkan semakin melemahkan basis dukungan. Penampilan mereka di debat pertama juga dinilai kurang meyakinkan, sehingga publik menilai Molen-Zeki tidak membawa energi baru,” jelas AKAR Research Center.

Kritik publik terhadap kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta isu dugaan jual beli jabatan disebut semakin memperburuk citra petahana di mata masyarakat.

Basit Sucipto Masih Tertinggal
Sementara itu, pasangan Basit Sucipto-Dede masih tertinggal jauh dari tiga kandidat lainnya. Sebagai pendatang baru, Basit dinilai belum mampu menembus dominasi pasangan lain.

“Sebagai pendatang baru, Basit masih kesulitan mendongkrak elektabilitas. Selain minimnya popularitas dan resistensi sebagian kader partai yang menilai kehadiran Basit dianggap ‘mengambil porsi orang lain’ dalam internal partai. Publik juga menyoroti persepsi dirinya sebagai figur non putra daerah. Faktor ini membuat ikatan emosional dengan pemilih Pangkalpinang belum terbentuk kuat,” tulis AKAR Research Center.

Minimnya ikatan emosional dengan pemilih Pangkalpinang disebut sebagai hambatan utama yang membuat elektabilitas pasangan ini tetap rendah.

Kesimpulan Survei
Dari hasil survei ini, AKAR Research Center menyimpulkan bahwa pasangan independen Eka Mulya – Radmida atau MERDEKA menjadi magnet baru dalam kontestasi Pilkada Pangkalpinang 2025. Dengan tren kenaikan yang konsisten, pasangan ini berpotensi memperlebar jarak jika konsistensi kampanye kreatif terus terjaga.

“Peta dukungan publik kini semakin dinamis. Eka Mulya – Radmida (MERDEKA) berada di puncak tren kenaikan, menjadi magnet baru pilihan warga dan berpotensi menjadi mayoritas jika konsistensi kampanye kreatif terus terjaga. Sementara itu, kandidat lain menghadapi tantangan besar: Udin – Dessy terbebani isu hukum, Molen – Zeki tertekan isu kebijakan dan penampilan debat, serta Basit Sucipto masih berjuang melawan persepsi dan popularitas,” simpul AKAR Research Center.

Dengan dinamika elektoral yang terus bergerak cepat, hasil survei ini diyakini mendekati realitas yang akan dihadapi warga Pangkalpinang menjelang hari pemungutan suara. (Sumber: Hasil Survei AKAR Research Center, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *