Aksi Peduli Lingkungan : PLTU Bangka Bersama DLH Bangka Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Takari

Langkah Kecil, Aksi Nyata : PLTU Bangka Bersama DLH Bangka Aksi Peduli Lingkungan di Pantai Takari

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA) – Setiap tanggal 5 Juni, dunia bersatu merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Hari ini bukan sekadar tanggal merah atau perayaan seremonial semata, melainkan momen pengingat bagi seluruh umat manusia bahwa bumi adalah rumah bersama yang kelestariannya bergantung pada tangan kita. Selasa (9/6/2026)

banner 336x280

Tahun ini, semangat kepedulian kembali dikobarkan lewat berbagai aksi nyata salah satunya digelarnya aksi peduli lingkungan oleh PLN NPS PLTU Bangka bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka (DLH Bangka) lewat berbagai kegiatan salah satunya penanaman 500 bibit bakau di kawasan eks tambang ilegal Pantai Takari, Desa Rebo, Kab. Bangka pada Senin (8/6/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini diikuti oleh sekitar ratusan orang peserta. Selain menanam bibit bakau, dilaksanakan juga serah terima penghargaan sekolah Adiwiyata dan bantuan TJSL, serta Lounching gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) PLTU Bangka.

Kegiatan dengan tema “Alam Inspirasiku, Menyongsong Masa Depan Lebih Indah” merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan alam dan memulihkan ekosistem pesisir. Kegiatan peduli ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bangka Syahbudin, Kadis LH Bangka Boy Yandra, Manager UPK PLN Babel Anton Wibisono, Manager PLN NPS PLTU Bangka I Gusti Putra Astawa, Pemdes Rebo, Para Kepala Sekolah, Perwakilan METI, Perwakilan Kopetindo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Para Pelajar, serta para tamu lainnya.

Mengapa Penanaman Bakau di Pantai Takari?

Kawasan Pantai Takari dipilih sebagai lokasi penanaman karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai hutan bakau yang lestari. Sebagian wilayah pesisir ini sempat mengalami kerusakan akibat abrasi dan aktivitas manusia di masa lalu, sehingga keberadaan tanaman bakau sangat dibutuhkan untuk mengembalikan fungsi ekologisnya.
Seperti diketahui, bakau memiliki peran strategis sebagai benteng alami penahan gelombang, penjernih air, serta tempat berkembang biak berbagai biota laut. Kehadirannya juga berkontribusi besar dalam menyerap karbon dioksida, sehingga turut berperan dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Langkah Nyata Menjaga Kelestarian Alam

Manager PLN NPS PLTU Bangka I Gusti Putra Astawa dalam sambutannya menyatakan bahwa penanaman ini bukan sekadar kegiatan seremonial semata. Penanaman 500 bibit bakau ini adalah bagian dari program tanggung jawab lingkungan yang berkelanjutan.

“Kami memahami bahwa operasional pembangkit listrik harus berjalan beriringan dengan pelestarian alam. Melalui kegiatan ini, kami berharap Pantai Takari dapat kembali hijau, terlindungi dari kerusakan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Ir. Syahbudin dalam sambutannya mengapresiasi PLTU Bangka atas kegiatan yang digelar pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Ia menyebut kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tugas pemerintah melainkan tanggung jawab semua.

“Lingkungan yang terjaga akan menjamin kehidupan yang lebih baik untuk generasi mendatang,” tuturnya.

Harapan dan Manfaat untuk Masyarakat

Salah satu masyarakat desa Rebo mengapresiasi inisiatif yang dilakukan PLTU Bangka. Ia berharap ke depannya kawasan ini tidak hanya menjadi pelindung pantai, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi ekowisata yang menambah nilai ekonomi warga.

“Selain mengurangi risiko abrasi yang mengancam pemukiman kami, keberadaan bakau ini nantinya akan meningkatkan populasi biota laut seperti ikan, kepiting bakau dan udang, sehingga berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan. Ini adalah investasi masa depan yang sangat berharga,” tambahnya.

Mengapa Langkah Ini Sangat Penting?

Perwakilan METI dan Kopetindo sekaligus Pemerhati Lingkungan, Ir. Arief Effendi pada saat kegaitan mengatakan bahwa kerusakan lingkungan yang terlihat sekarang, seperti banjir yang makin sering terjadi, suhu udara yang makin panas, dan sumber air yang makin sulit dicari, adalah sinyal bahaya dari alam. Aksi peduli lingkungan yang dilakukan oleh PLTU Bangka dan DLH Bangka adalah bentuk pencegahan.

“Kita tidak sedang melakukan kebaikan untuk alam semata, tetapi sedang berjuang menjamin ketersediaan air bersih, udara segar, tanah subur, dan iklim yang aman bagi anak cucu kita nanti. Seperti ungkapan populer: “Kita meminjam bumi dari anak cucu kita, bukan mewarisinya dari nenek moyang.” jelasnya.

Semangat yang Harus Terus Berlanjut

Peringatan tanggal 5 Juni hanyalah titik tolak, bukan garis finis. Bahaya terbesar adalah jika semangat menjaga lingkungan hanya berkobar satu hari dalam setahun, lalu kembali acuh tak acuh keesokan harinya. Nilai-nilai yang ditanamkan harus melekat menjadi gaya hidup sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan energi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Semangat yang ditunjukkan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus berkontribusi, sekecil apa pun, demi menjaga bumi agar tetap asri dan lestari untuk generasi mendatang.(Revandi Kartono/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed