KBOBABEL.COM (BELITUNG TIMUR) – Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten, meminta masyarakat tidak panik menghadapi antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kelapa Kampit. Menurutnya, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih mencukupi. Rabu (16/9/2026)
Pernyataan itu disampaikan Kamarudin setelah melakukan pemantauan langsung kondisi SPBU Kelapa Kampit selama tiga hari berturut-turut, mulai Minggu hingga Selasa (15/9/2026).
Dalam peninjauan terakhir pada Selasa pagi, Kamarudin melihat kondisi antrean kendaraan sudah jauh lebih tertib dibandingkan sebelumnya. Pengaturan pelayanan yang dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pertamina, pengelola SPBU, serta aparat keamanan mulai menunjukkan hasil.
Bupati mengatakan salah satu penyebab antrean panjang adalah kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM bersubsidi. Warga, kata dia, cenderung datang secara bersamaan sejak pagi karena khawatir tidak mendapatkan BBM.
“Intinya masyarakat kita itu panik, takut BBM subsidi tidak cukup. Sebenarnya tidak ada masalah. Di Kampit ini stok Pertalite masih 24 KL. Jadi masyarakat tidak perlu takut,” ujar Kamarudin.
Untuk mengurai antrean, pemerintah bersama pihak terkait melakukan penyesuaian jam pelayanan di SPBU. Kebijakan tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak perlu datang secara bersamaan pada pagi hari.
Berdasarkan pengaturan yang diterapkan, pelayanan BBM jenis solar dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Sementara untuk Pertalite, pelayanan dimulai pukul 07.00 WIB.
Kamarudin meminta pengelola SPBU memberikan pelayanan selama stok BBM masih tersedia, termasuk hingga sore hari. Dengan demikian, masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan pada pagi hari masih memiliki kesempatan memperoleh BBM pada siang atau sore.
“Jam 6 sudah buka untuk solar dan jam 7 khusus Pertalite. Kalau pelayanan bisa sampai sore, masyarakat tidak perlu datang mumpung pagi-pagi. Siang sedikit pun tetap ada BBM,” kata Kamarudin.
Selain mengatur waktu pelayanan, Pemerintah Kabupaten Beltim juga meminta adanya penambahan pasokan Pertalite untuk SPBU Kelapa Kampit. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengalihkan sebanyak 5 kiloliter (KL) Pertalite yang berada di SPBU Buding untuk menambah ketersediaan BBM di Kampit.
Menurut Kamarudin, penambahan pasokan tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah meningkatnya antrean kendaraan.
“Kalau BBM ini bisa sampai jam 4 sore, dia buka sampai jam 4 sore. Jadi masyarakat tidak perlu mumpung pagi-pagi datang. Siang sedikit pun tetap ada BBM,” ujarnya.
Dalam pemantauan tersebut, aparat TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga diterjunkan untuk menjaga ketertiban di sekitar SPBU.
Pengamanan dilakukan terutama untuk memastikan antrean kendaraan tidak mengganggu badan jalan. Kendaraan yang mengantre diarahkan agar tidak menyebabkan kemacetan maupun menghambat aktivitas pengguna jalan lainnya.
Kapolsek Kelapa Kampit, IPTU Jonrudol Manungkalit, mengatakan kondisi antrean dalam beberapa hari terakhir mulai mengalami perbaikan. Kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU.
“Untuk beberapa hari ini sudah mulai lancar. Kita bantu untuk kelancaran, kita lakukan pengaturan supaya badan jalan tidak terganggu sehingga pengendara yang lain bisa melakukan aktivitas di jalan seperti biasa,” ujar Jonrudol.
Menurutnya, pengamanan di SPBU Kelapa Kampit dilakukan setiap hari. Personel kepolisian bahkan telah melakukan apel sejak pukul 06.00 WIB untuk memastikan pengaturan antrean dapat dilakukan sejak awal pelayanan.
Selain mengatur arus kendaraan, personel Polsek Kelapa Kampit juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan proses pelayanan berjalan tertib.
Jonrudol juga menegaskan bahwa kondisi antrean tidak serta-merta menunjukkan adanya kekurangan pasokan BBM. Kepanikan masyarakat justru dapat membuat antrean semakin panjang karena banyak warga memilih datang bersamaan pada pagi hari.
“Stok BBM sebenarnya cukup, tidak ada masalah. Mungkin kepanikan masyarakat sehingga mereka berbondong-bondong datang ke sini, takut tidak dapat. Jadi kami imbau jangan panik,” katanya.
Untuk mengurangi penumpukan, pengelola SPBU akan mengupayakan pelayanan hingga sore selama persediaan BBM masih tersedia. Masyarakat diimbau memanfaatkan waktu pelayanan tersebut dan tidak perlu memaksakan diri datang pada pagi hari.
“Tidak perlu mumpung pagi-pagi datang. Siang sedikit pun tetap ada BBM-nya. Sekarang kita usahakan buka sampai sore supaya masyarakat yang datang bisa terlayani,” ujar Jonrudol.
Pemantauan kondisi SPBU Kelapa Kampit menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama aparat dan pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi BBM serta ketertiban masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Beltim didampingi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Heryanto, Kepala Satpol PP Noviz Ezuar, Sekretaris Diskominfo SP Partono, Kabag Ekbang Tri Astuti, Camat Kelapa Kampit Yudi Brahma, serta unsur TNI dan Polri.
Pemerintah daerah berharap penyesuaian waktu pelayanan, penambahan pasokan, serta pengamanan di lapangan dapat mengurai antrean secara bertahap. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti pengaturan yang telah diterapkan agar distribusi BBM dapat berjalan lebih tertib. (Garry Irsa Maestra/KBO Babel)











