KBOBABEL.COM (MENTOK, BANGKA BARAT) – Aktivitas perjudian togel yang diduga dijalankan seorang bandar bernama AINI di wilayah Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat, kembali menjadi sorotan publik. Praktik yang disebut-sebut telah berlangsung cukup lama itu memicu keresahan masyarakat karena dinilai beroperasi secara terang-terangan namun belum tersentuh proses hukum. Senin (22/12/2025)
Menanggapi informasi yang disampaikan wartawan media terkait dugaan aktivitas perjudian tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.Ik., menyatakan akan menindaklanjuti laporan yang diterima. Pernyataan itu disampaikan Kapolres Aditya melalui pesan singkat WhatsApp sebagai jawaban konfirmasi media pada Sabtu (20/12/2025) siang.
“Terima kasih informasinya, nanti kami tindaklanjuti,” tegas Kapolres Aditya dalam pesan singkatnya.
Sebelumnya, media ini memberitakan adanya dugaan praktik perjudian togel yang dikendalikan AINI yang telah lama beroperasi di wilayah Mentok. Meski disebut sudah beberapa kali dilaporkan oleh masyarakat, aktivitas tersebut dinilai masih berjalan tanpa hambatan berarti. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya pembiaran dan memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Sejumlah warga setempat mengaku resah dengan keberadaan praktik perjudian tersebut. Mereka menilai togel tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak buruk terhadap tatanan sosial dan ekonomi warga.
“Sudah sering dilaporkan, tapi tidak pernah ada tindakan tegas. Seolah-olah kebal hukum. Bos dia itu Afen,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Berdasarkan penelusuran media, jaringan togel yang diduga dikelola AINI disebut memiliki kaki tangan di beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Mentok dan Simpang Teritip. Modus operandi yang digunakan yakni transaksi pemasangan nomor togel melalui aplikasi WhatsApp. Cara ini dinilai memudahkan pemain sekaligus menyulitkan pengawasan secara kasat mata.
Aktivitas perjudian tersebut disebut berlangsung hampir setiap hari. Warga menilai situasi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas penegakan hukum di wilayah tersebut.
“Jika benar ada pembiaran, ini mencederai rasa keadilan masyarakat dan merusak kepercayaan terhadap aparat penegak hukum,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas, profesional, dan transparan dalam menangani dugaan praktik perjudian tersebut. Warga juga meminta agar tidak ada tebang pilih dalam penegakan hukum, sehingga tidak muncul anggapan bahwa hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas.
Hingga berita ini diterbitkan, AINI yang disebut sebagai bandar togel saat dikonfirmasi oleh media terkait dugaan aktivitas ilegal tersebut belum memberikan jawaban atau klarifikasi apa pun. Warga kini menunggu langkah konkret dari aparat kepolisian untuk membuktikan komitmen penegakan hukum dan menjawab keresahan publik yang semakin meluas. (Sumber : hello berita, Editor : KBO Babel)











