Blak-blakan! Menhan Ingatkan Prajurit Soal Bahan Makanan di Dapur

Tinjau Dapur Prajurit, Menhan Tekankan Kualitas Logistik dan Larangan Tengkulak

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Belitung Timur ) – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke dapur Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 845/Ksatria Satam di Simpang Tiga, Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (17/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie menekankan pentingnya pengelolaan logistik yang transparan dan berkualitas, termasuk larangan membeli bahan makanan dari tengkulak. Rabu (18/3/2026)

“Jangan beli bahan sama tengkulak!” tegas Sjafrie saat meninjau langsung kondisi dapur dan bahan pangan yang digunakan prajurit.

banner 336x280

Setibanya di lokasi, Sjafrie menyusuri area dapur dengan berjalan perlahan sambil memperhatikan setiap detail. Suasana dapur tampak bersih, tertata rapi, dan terorganisir dengan baik. Aroma masakan yang sedang dipersiapkan tercium ringan, sementara sejumlah prajurit berdiri sigap memberikan laporan terkait operasional dapur.

Di beberapa sudut ruangan, bahan makanan terlihat tersusun rapi di rak penyimpanan. Karung beras ditumpuk dengan tertib, telur disusun dalam wadah tray, dan potongan daging ditempatkan dalam wadah bersih sesuai standar kebersihan. Peralatan memasak berbahan logam juga terlihat tertata di meja panjang, siap digunakan oleh prajurit yang bertugas di dapur.

Sejumlah prajurit yang mengenakan celemek dan penutup kepala tampak bersiap di area memasak. Kondisi tersebut mencerminkan disiplin tinggi dalam pengelolaan logistik dan kebersihan dapur militer.

Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie tidak hanya melihat secara langsung, tetapi juga menyimak paparan dari prajurit terkait pengelolaan dapur. Ia mendengarkan penjelasan mengenai jenis bahan makanan yang digunakan, sistem penyusunan menu harian, hingga prosedur pengolahan makanan bagi prajurit.

Beberapa kali, Sjafrie terlihat mengangguk dan mengajukan pertanyaan untuk memastikan kualitas pengelolaan logistik tetap terjaga. Ia juga memberikan arahan langsung terkait penyajian makanan bagi prajurit.

Salah satu hal yang disorot adalah pembagian porsi makanan, khususnya telur. Sjafrie menegaskan bahwa setiap prajurit harus mendapatkan porsi yang sesuai tanpa adanya pengurangan.

“Masak telur enggak boleh dadar ya. Satu orang satu,” ujarnya sambil menunjuk bahan makanan yang tersedia.

Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian Menteri Pertahanan terhadap pemenuhan gizi prajurit. Ia menilai bahwa kualitas dan kuantitas makanan harus dijaga untuk mendukung kondisi fisik dan kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas.

Selain itu, larangan membeli bahan dari tengkulak juga menjadi penekanan penting. Sjafrie mengingatkan agar pengadaan bahan makanan dilakukan melalui jalur resmi dan transparan, sehingga kualitas bahan tetap terjamin dan tidak merugikan negara.

Menurutnya, praktik pembelian melalui tengkulak berpotensi menimbulkan berbagai masalah, mulai dari kualitas bahan yang tidak terjamin hingga potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertahanan untuk memastikan standar logistik di satuan TNI berjalan sesuai ketentuan. Pengelolaan dapur yang baik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesejahteraan prajurit.

Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi TNI dan Kementerian Pertahanan, antara lain Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, serta Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan Marsdya TNI Yusuf Jauhari.

Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan pengelolaan logistik militer berjalan optimal, mulai dari tingkat pusat hingga satuan di daerah.

Kunjungan ke Yonif TP 845/Ksatria Satam ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi satuan lainnya dalam menjaga standar kebersihan, kualitas bahan makanan, serta transparansi dalam pengadaan logistik.

Dengan pengawasan langsung dari pimpinan, diharapkan tidak hanya kualitas makanan prajurit yang terjaga, tetapi juga sistem pengelolaan anggaran yang lebih akuntabel dan bebas dari potensi penyimpangan.

Melalui peninjauan ini, Kementerian Pertahanan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan prajurit, salah satunya melalui penyediaan makanan yang layak, bergizi, dan dikelola secara profesional. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *