KBOBABEL.COM (BANGKA BELITUNG) — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bangka Belitung merilis data sementara mengenai partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ulang 2025 di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang. Kamis (28/8/2025)
Ketua Bawaslu Babel, EM Osykar, mengungkapkan bahwa angka partisipasi pemilih di dua daerah tersebut masih dalam proses penghitungan karena tahapan pemilu belum sepenuhnya rampung. Meski begitu, hasil sementara sudah memberikan gambaran mengenai antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.
“Pilkada ulang ini memberi gambaran nyata bahwa partisipasi masyarakat masih menjadi bagian penting dalam pesta demokrasi, namun hal ini belum maksimal karena tergolong masih rendah. Ini harus menjadi catatan penting untuk kita semua agar proses demokrasi dapat lebih baik kedepan,” kata Osykar dalam keterangannya kepada Bangkapos.com, Kamis (28/8/2025).
Berdasarkan data yang dihimpun Bawaslu Babel, partisipasi pemilih di Kabupaten Bangka tercatat mencapai 54,92 persen. Data ini didasarkan pada 99 persen Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah melaporkan hasil ke pihak penyelenggara.
Sementara itu, Kota Pangkalpinang menunjukkan angka yang lebih rendah dengan capaian partisipasi 48 persen. Persentase ini diperoleh dari 61,8 persen data TPS yang sudah masuk ke sistem penghitungan.
Menurut Osykar, tingkat partisipasi pemilih bukan sekadar persoalan angka statistik, melainkan juga cerminan kualitas demokrasi yang terbangun di masyarakat. Partisipasi yang tinggi akan memperkuat legitimasi hasil pemilu sekaligus meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap jalannya proses demokrasi.
“Partisipasi masyarakat tidak sekadar angka statistik, tetapi juga mencerminkan kualitas demokrasi yang terbangun di daerah,” tegas Osykar.
Ia juga mengingatkan bahwa pemilu merupakan momentum penting bagi warga negara dalam menentukan arah pembangunan daerah. Oleh karena itu, setiap suara memiliki arti besar dan tidak boleh diabaikan.
“Pemilu adalah momentum warga negara untuk menentukan arah pembangunan daerahnya. Satu suara memiliki arti besar dalam menentukan masa depan, sehingga partisipasi setiap orang sangatlah penting,” jelasnya.
Untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih di masa mendatang, Bawaslu Babel menegaskan komitmennya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai faktor yang memengaruhi. Evaluasi tersebut meliputi aspek teknis penyelenggaraan pemilu, aksesibilitas pemilih menuju TPS, serta peran aktif peserta pemilu dalam mengajak masyarakat menggunakan hak pilih.
Selain itu, edukasi politik dan sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat dianggap sebagai langkah penting dalam memperbaiki kualitas partisipasi pemilih.
“Partisipasi yang kuat adalah fondasi dari demokrasi yang bermartabat. Maka, edukasi politik dan sosialisasi kepada masyarakat harus terus diperkuat. Harapannya, pada pemilu berikutnya tingkat partisipasi bisa meningkat, dan demokrasi di Bangka Belitung semakin berkualitas,” pungkas Osykar.
Pilkada Ulang 2025 di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang menjadi sorotan publik setelah pada Pilkada sebelumnya paslon tunggal dikalahkan oleh kotak kosong. Dengan demikian, data partisipasi yang dirilis Bawaslu menjadi salah satu tolok ukur penting dalam menilai keterlibatan masyarakat pada proses demokrasi kali ini.
Meskipun masih terdapat sejumlah tantangan, Bawaslu menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak, mulai dari penyelenggara, peserta pemilu, hingga masyarakat luas, untuk memastikan demokrasi di Bangka Belitung berjalan lebih baik ke depan. (Sumber: Bangka Pos, Editor: KBO Babel)