Deteksi Dini HIV di Toboali, 41 Wanita Penghibur Diperiksa Petugas Kesehatan

Pemkab Basel Intensifkan Mobile VCT, Sasar Populasi Kunci untuk Cegah Penularan HIV

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA SELATAN) – Upaya pemerintah dalam mencegah dan menekan penyebaran penyakit HIV dan infeksi menular seksual (IMS) terus digencarkan. Pada Selasa (25/11/2025), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan bersama Satuan Polisi Pamong Praja melakukan kegiatan mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) di kawasan lokalisasi atau tempat hiburan malam di Toboali. Rabu (26/11/2025)

Sejak sore hari, sejumlah petugas kesehatan terlihat mengenakan rompi identitas dan menyiapkan alat pemeriksaan cepat. Satu per satu wanita penghibur dipanggil untuk menjalani pemeriksaan HIV, IMS, dan sifilis menggunakan metode rapid test. Selain itu, para peserta juga menerima paket alat kontrasepsi sebagai bagian dari edukasi pencegahan penularan penyakit dan perlindungan kesehatan reproduksi.

banner 336x280

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Bangka Selatan, Slamet Wahidin, mengatakan kegiatan mobile VCT ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendeteksi lebih awal potensi penyebaran HIV pada populasi kunci, khususnya wanita yang bekerja di sektor hiburan malam.

“Kegiatan ini dalam rangka upaya deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian HIV,” ujar Slamet Wahidin kepada Bangkapos.com.

Menurutnya, sedikitnya 41 wanita penghibur mengikuti pemeriksaan tersebut. Tes yang dilakukan tidak hanya terbatas pada HIV, melainkan juga mencakup infeksi menular seksual lainnya, termasuk sifilis. Dengan metode rapid test, hasil pemeriksaan dapat diketahui dengan lebih cepat, namun tetap dijaga kerahasiaannya sesuai standar pelayanan kesehatan.

“Hasil pemeriksaan tidak akan diumumkan secara terbuka. Petugas akan menyampaikan hasil secara individual kepada masing-masing peserta,” tegasnya.

Ia menjelaskan, deteksi dini merupakan langkah penting dalam meminimalisir risiko penularan HIV. Semakin cepat seseorang mengetahui status kesehatannya, semakin cepat pula langkah tatalaksana atau penanganan medis dapat diberikan. Dengan cara ini, penyebaran penyakit bisa ditekan sebelum menimbulkan masalah kesehatan yang lebih besar.

“Karena semakin cepat dideteksi, maka akan semakin cepat pula dilakukan tatalaksana HIV,” jelas Slamet.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan mobile VCT ini juga membawa misi penting lainnya, yakni mengubah perilaku masyarakat yang berisiko tinggi tertular HIV. Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan edukasi dan konseling mengenai pentingnya perilaku hidup sehat, penggunaan alat kontrasepsi, serta kesadaran melakukan tes kesehatan secara berkala.

Program mobile VCT yang dijalankan pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ini tidak hanya dilaksanakan di satu titik saja. Menurut Slamet, pihaknya akan terus menyasar lokasi-lokasi dengan tingkat risiko penularan tinggi. Wilayah yang memiliki populasi kunci dan terlokalisasi menjadi prioritas pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Untuk populasi kunci yang terlokalisir seperti di tempat hiburan, justru antusias mereka cukup tinggi. Karena mereka sudah sadar bahwa kesehatan jauh lebih utama,” ungkapnya.

Menurut Slamet, kesadaran kelompok sasaran untuk mengikuti pemeriksaan cukup menggembirakan. Para wanita penghibur yang mengikuti tes menunjukkan keterbukaan dan pemahaman bahwa kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan mereka, terutama mengingat risiko pekerjaan yang tinggi terhadap penularan penyakit menular seksual.

Antusiasme peserta ini menjadi sinyal positif bagi pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan layanan pencegahan HIV. Meningkatnya kesadaran masyarakat, terutama populasi kunci, merupakan modal penting dalam upaya pengendalian HIV di Bangka Selatan.

Melalui pendekatan jemput bola, pemerintah berharap tidak hanya menekan penyebaran penyakit, tetapi juga menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan. Dengan menjangkau langsung lokasi-lokasi yang dinilai rawan, pemerintah ingin memastikan kelompok berisiko mendapat akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan aman.

“Kita akan melakukan upaya jemput bola untuk populasi kunci. Selain itu, masyarakat bisa tes HIV secara gratis di Puskesmas terdekat,” pungkas Slamet.

Kegiatan mobile VCT ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan terus meningkatkan deteksi dini, edukasi, serta layanan kesehatan bagi populasi kunci, pemerintah berharap penyebaran HIV dan IMS dapat ditekan semaksimal mungkin, sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat dan terlindungi. (Sumber : Bangkapos, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *