Di Hadapan Ulama, Prabowo Tegaskan Komitmen Bela Palestina

Prabowo: Jika Tak Menguntungkan Palestina, Saya Siap Mundur dari Board of Peace

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan komitmennya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dalam pertemuan bersama sejumlah tokoh agama Islam di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo bahkan menyatakan kesiapannya untuk mundur dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) apabila keanggotaan Indonesia di lembaga tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi perjuangan Palestina. Jumat (6/3/2026)

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, usai menghadiri pertemuan dengan Presiden bersama sejumlah ulama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta tokoh pondok pesantren.

banner 336x280

Menurut Cholil, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian harus memiliki dampak positif bagi perjuangan rakyat Palestina. Jika tidak, maka ia menyatakan siap untuk mengambil langkah tegas.

“Soal BoP, beliau memiliki tekad kuat untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Jika memang tidak membawa manfaat bagi Palestina, beliau siap mundur,” ujar Cholil kepada awak media usai pertemuan di Istana Kepresidenan.

Cholil menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina melalui berbagai jalur diplomasi internasional. Bagi Prabowo, isu Palestina merupakan salah satu perhatian penting dalam kebijakan luar negeri Indonesia.

“Beliau berkomitmen bahwa semua langkah yang dilakukan terkait keanggotaan Indonesia di BoP adalah untuk kepentingan Palestina dan mendukung kemerdekaan Palestina,” kata Cholil.

Meski demikian, Presiden Prabowo tidak menyampaikan batas waktu tertentu terkait kemungkinan mundur dari Dewan Perdamaian. Namun, ia menegaskan bahwa kepentingan rakyat Palestina tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil pemerintah Indonesia.

“Beliau menyampaikan bahwa semua langkah yang diambil harus memberikan manfaat bagi perjuangan Palestina. Jika tidak untuk kepentingan Palestina, maka beliau siap mundur,” jelas Cholil.

Selain membahas isu Palestina, pertemuan antara Presiden Prabowo dan para tokoh agama Islam tersebut juga membicarakan berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan kondisi nasional, termasuk upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Cholil mengatakan bahwa dalam diskusi tersebut Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional, memperkuat persatuan bangsa, serta memastikan pembangunan berjalan untuk kepentingan rakyat.

“Kami juga membicarakan bagaimana Indonesia bisa lebih sejahtera, lebih aman, dan tetap bersatu. Tidak ada pembahasan yang terlalu krusial, tetapi lebih kepada arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, para tokoh agama juga membahas perkembangan situasi geopolitik global, khususnya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan global, termasuk Indonesia.

Cholil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menyampaikan pentingnya memperkuat ketahanan nasional sebagai langkah antisipasi terhadap dampak konflik internasional, terutama dalam sektor energi, pangan, dan ekonomi.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah berupaya meningkatkan kemandirian nasional agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada kondisi global yang tidak menentu.

“Antisipasi dampak perang itu disampaikan terkait dengan ketahanan energi dan ketahanan pangan. Kita harus memperkuat kemampuan dalam negeri agar ekonomi kita bisa lebih kuat dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Cholil.

Ia juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap pembangunan ekonomi yang lebih merata, sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan para ulama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta tokoh pesantren yang hadir di Istana Kepresidenan.

Cholil menyebutkan bahwa Presiden merasa bangga atas kehadiran para tokoh agama tersebut dan menganggap dukungan moral dari kalangan ulama sebagai hal yang sangat penting bagi keberhasilan pembangunan bangsa.

“Beliau merasa sangat bangga didatangi para kiai dan tokoh agama. Beliau juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan,” kata Cholil.

Presiden Prabowo, lanjutnya, juga meminta kepada para tokoh agama untuk terus memberikan dukungan dan doa agar pemerintah dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam membangun Indonesia yang lebih maju.

“Beliau meminta dukungan agar diberikan kesempatan untuk bekerja lebih baik lagi demi Indonesia yang lebih maju,” ujarnya.

Cholil menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut Presiden juga menyampaikan komitmennya untuk mengabdikan seluruh energi dan kehidupannya bagi kepentingan bangsa dan negara.

“Beliau menyampaikan bahwa hidupnya sepenuhnya untuk memperjuangkan Indonesia,” pungkas Cholil. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *