KBOBABEL.COM (MENTOK) – Upaya pemanfaatan lahan tidur menjadi kawasan produktif kembali menunjukkan hasil positif. Polres Bangka Barat bersama Kelompok Tani (Poktan) Belo Maju, Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, berhasil memanen sekitar 15 ton semangka dari lahan seluas 1,8 hektare yang sebelumnya merupakan lahan kritis di kawasan Ketapang, samping Mapolres Bangka Barat. Selasa (9/6/2026)
Panen raya yang digelar pada Senin (8/6/2026) tersebut menjadi bukti bahwa lahan yang selama ini dianggap kurang produktif masih memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengatakan keberhasilan panen perdana ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, terutama antara Polres Bangka Barat dan Poktan Belo Maju yang sejak awal berkomitmen mengembangkan lahan tersebut menjadi kawasan pertanian produktif.
Menurutnya, lahan Ketapang yang kini menghasilkan belasan ton semangka sebelumnya merupakan area kritis yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Melalui perencanaan yang matang, pengolahan tanah, serta pendampingan kepada petani, lahan tersebut akhirnya mampu memberikan hasil yang menggembirakan.
“Lahan Ketapang ini sebelumnya merupakan lahan kritis yang kurang produktif. Melalui semangat kolaborasi dan pemanfaatan lahan yang tepat, kami bersama Kelompok Tani Belo Maju mengolah lahan tersebut hingga akhirnya mampu menghasilkan sekitar 15 ton semangka pada panen perdana ini,” ujar Pradana.
Ia menjelaskan, program budidaya semangka dimulai pada 8 April 2026 dengan penanaman sekitar 2.000 bibit semangka. Selama kurang lebih dua bulan, tanaman mendapatkan perawatan intensif mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama.
Hasilnya, tanaman tumbuh dengan baik dan mampu menghasilkan panen yang melampaui ekspektasi awal. Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Bangka Barat, termasuk pada lahan-lahan yang sebelumnya dianggap tidak layak untuk budidaya.
Pradana menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen semata, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan Polres Bangka Barat terhadap program ketahanan pangan nasional yang saat ini terus didorong pemerintah.
Menurutnya, keterlibatan institusi kepolisian dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk kontribusi nyata dalam membantu masyarakat meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketersediaan pangan daerah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian dan memanfaatkan lahan yang tersedia. Dengan pengelolaan yang baik, lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat memberikan manfaat ekonomi yang besar,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan kebun semangka tersebut. Menurutnya, keberhasilan panen raya tidak akan tercapai tanpa dukungan pemerintah daerah, kelompok tani, dunia usaha, serta masyarakat yang turut berpartisipasi sejak tahap awal pengembangan lahan.
Sementara itu, Bupati Bangka Barat Markus yang turut hadir dalam panen raya memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Polres Bangka Barat. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan contoh nyata pemanfaatan lahan kritis yang dapat ditiru oleh masyarakat maupun kelompok tani di berbagai wilayah.
Menurut Markus, apa yang dilakukan Kapolres Bangka Barat membuktikan bahwa keterbatasan kondisi lahan bukan menjadi penghalang untuk menghasilkan nilai ekonomi. Dengan inovasi, kemauan, dan kolaborasi yang kuat, lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat disulap menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi kepada Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha yang telah menghadirkan sebuah inspirasi nyata bagi para petani di Bangka Barat. Apa yang dilakukan beliau membuktikan bahwa lahan kritis bukan berarti tidak bisa dimanfaatkan,” ujar Markus.
Ia menambahkan, keberhasilan panen semangka tersebut bukan hanya mencerminkan keberhasilan sektor pertanian, tetapi juga menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat, kelompok tani, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.
Markus berharap keberhasilan ini dapat memacu semangat para petani untuk lebih berani mengelola lahan-lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, masih banyak kawasan di Bangka Barat yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif.
“Kepada para petani saya ingin menyampaikan agar tidak takut mengelola lahan yang dianggap kritis. Apa yang dilakukan Kapolres Bangka Barat hari ini menunjukkan bahwa lahan yang kurang produktif masih bisa diperbaiki dan diolah hingga memberikan hasil yang baik. Ini adalah contoh yang patut ditiru,” katanya.
Lebih lanjut, Markus menyebut kehadirannya dalam panen raya tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan.
Panen sekitar 15 ton semangka dari lahan seluas 1,8 hektare itu menjadi bukti bahwa optimalisasi lahan kritis dapat memberikan hasil nyata apabila dilakukan dengan perencanaan yang baik dan kerja sama yang solid. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Bangka Barat. (Sumber : Babel News, Editor : KBO Babel)















