KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan langsung ke sejumlah kelenteng di Pangkalpinang, Senin (16/2/2026) malam. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan rangkaian ibadah dan perayaan Imlek berlangsung aman, tertib, serta penuh keharmonisan. Senin (23/2/2026)
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan antarumat beragama di wilayah yang dikenal memiliki masyarakat multikultural. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak sore hari, dengan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya memadati kawasan kelenteng untuk beribadah maupun menyaksikan atraksi barongsai yang menjadi tradisi khas Imlek.
Filosofi lokal “Tongin Fangin Jit Jong” yang bermakna persatuan masyarakat Tionghoa dan Melayu kembali terasa kuat dalam momentum tersebut. Kebersamaan antarwarga tanpa memandang perbedaan suku dan agama menjadi cerminan harmoni sosial yang telah lama terjaga di Negeri Serumpun Sebalai.
Dalam kegiatan itu, Gubernur didampingi Kapolda Babel Viktor Theodorus Sihombing, Danrem 045/Garuda Jaya Nur Wahyudi, serta jajaran Forkopimda lainnya. Rombongan terlebih dahulu berkumpul di Markas Polda Kepulauan Bangka Belitung sebelum berangkat bersama menuju lokasi peninjauan.
Dua titik utama yang menjadi fokus pengecekan adalah Kelenteng Fuk Tet Che dan Kelenteng Kwan Tie Miau. Kedua kelenteng tersebut merupakan pusat aktivitas ibadah dan perayaan Imlek masyarakat Tionghoa di Pangkalpinang dan selalu dipadati umat setiap tahun.
Selain memantau kesiapan tempat ibadah, rombongan juga meninjau pengamanan, jalur keluar-masuk jamaah, serta fasilitas pendukung lainnya. Aparat kepolisian dan TNI terlihat disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah bertujuan memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan dukungan terhadap perayaan keagamaan masyarakat.
“Kami datang langsung untuk memastikan semua berjalan aman, sehat, dan sesuai harapan kita bersama. Kepada umat yang merayakan, kami mengucapkan Gong Xi Fa Cai. Semoga masyarakat semakin sehat, rezeki melimpah, dan tahun ini menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Babel berkomitmen menjaga suasana kondusif agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman. Menurutnya, keamanan merupakan faktor penting dalam menjaga keharmonisan sosial dan mendukung kegiatan ekonomi selama perayaan berlangsung.
Selain aspek keamanan, rombongan juga melakukan koordinasi dengan pengurus kelenteng terkait pengaturan arus jamaah, penerapan protokol keselamatan, serta kesiapan panitia dalam menghadapi membludaknya pengunjung pada malam puncak Imlek.
Ketua Pengurus Kelenteng Kwan Tie Miau, Hendri Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah yang hadir langsung di tengah masyarakat.
“Terima kasih kepada Gubernur dan jajaran pimpinan daerah yang datang ke kelenteng kami. Kehadiran ini memberi rasa aman dan menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar peduli. Bangka Belitung adalah daerah yang istimewa, di mana semua suku dapat hidup rukun dan merayakan kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Hendri, setiap tahun perayaan Imlek di Pangkalpinang tidak hanya dihadiri umat Tionghoa, tetapi juga masyarakat umum yang ingin merasakan suasana perayaan budaya tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Imlek telah menjadi bagian dari perayaan bersama masyarakat Babel.
Kehadiran Gubernur bersama Forkopimda juga membawa pesan kuat bahwa toleransi dan keberagaman merupakan fondasi penting pembangunan daerah. Interaksi langsung antara pemimpin dan masyarakat di tempat ibadah dinilai mampu mempererat hubungan sosial serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Perayaan Imlek di Bangka Belitung memang dikenal berlangsung meriah sekaligus damai. Sejarah panjang interaksi antara masyarakat Melayu dan Tionghoa di wilayah kepulauan ini telah melahirkan budaya saling menghormati yang kuat.
Dengan peninjauan ini, pemerintah berharap seluruh rangkaian perayaan Imlek 2577 Kongzili dapat berjalan lancar tanpa gangguan keamanan maupun ketertiban. Selain itu, momentum Imlek diharapkan menjadi sarana memperkuat persatuan serta mendorong optimisme masyarakat dalam menyongsong tahun baru.
Kegiatan peninjauan berakhir dengan dialog singkat antara rombongan Forkopimda, pengurus kelenteng, dan masyarakat yang hadir. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menutup rangkaian kunjungan malam itu, sekaligus menegaskan bahwa semangat kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Bangka Belitung. (KBO Babel)











