Gubernur Hidayat Arsani dan Menteri Agama RI Resmikan STiAKIN Pertama di Indonesia di Babel

STiAKIN Resmi Berdiri di Bangka Belitung, Menag Sebut Jadi Sejarah Baru Pendidikan Khonghucu

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Dalam sebuah momen bersejarah bagi dunia pendidikan nasional, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani bersama Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Nasaruddin Umar resmi meresmikan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Negeri (STiAKIN) pertama di Indonesia. Acara peresmian berlangsung di Kawasan Tanjung Bunga, Pangkalpinang, Selasa (18/11/2025), dan turut dihadiri Kepala Pusat Bimbingan dan Kelembagaan Khonghucu, Dr. Nurudin. Rabu (19/11/2025)

Peresmian ini menandai langkah besar pemerintah dalam memberikan ruang edukasi dan pengembangan ajaran Khonghucu di Indonesia. Bangka Belitung dipilih sebagai lokasi STiAKIN bukan tanpa alasan. Provinsi ini diketahui memiliki jumlah umat Khonghucu yang cukup besar dan hidup secara harmonis dalam keberagaman suku, agama, dan budaya.

banner 336x280

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa kehadiran STiAKIN merupakan bentuk konsistensi negara dalam menjamin hak-hak keagamaan warganya. Ia menegaskan bahwa pendidikan agama Khonghucu harus memiliki ruang formal agar generasi muda dapat mempelajari ajaran secara lebih terstruktur.

“Terima kasih, kita apresiasikan kepada segenap masyarakat Babel. Dengan hadirnya perguruan tinggi ini, InsyaAllah dapat berkontribusi bagi kualitas SDM kita. Para mahasiswanya pun sudah kita seleksi dari seluruh Indonesia,” ujar Menag dalam sambutannya.

Menag menambahkan bahwa kehadiran lembaga pendidikan tinggi ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah terus mendorong masyarakat dari berbagai keyakinan untuk mendapatkan pendidikan agama yang setara dan berkualitas. Menurutnya, STiAKIN akan menjadi pusat pengkajian dan pengembangan pemahaman Khonghucu yang moderat dan berlandaskan nilai Pancasila serta UUD 1945.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat untuk menjadikan Babel sebagai rumah bagi STiAKIN pertama di Indonesia. Ia menilai hal ini merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab daerah dalam mendukung pendidikan berbasis keberagaman.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Karena sekolah ini menjadi sekolah percontohan bagi seluruh Indonesia. Niat baik pemerintah pusat dengan pemerintah daerah sejalan dalam menegakkan dunia pendidikan. Kami akan support,” ujar Gubernur Hidayat.

Gubernur juga menegaskan bahwa populasi umat Khonghucu di Bangka Belitung menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia, sehingga keberadaan STiAKIN sangat tepat dan relevan untuk mendukung pembinaan pendidikan keagamaan di wilayah tersebut. Ia berharap lulusan STiAKIN kelak mampu menjadi generasi yang mumpuni dalam bidang ajaran Khonghucu serta memberikan kontribusi bagi pembangunan moral dan sosial bangsa.

Sementara itu, Kepala Pusat Bimbingan dan Kelembagaan Khonghucu, Dr. Nurudin, menegaskan bahwa STiAKIN adalah bukti nyata komitmen negara yang hadir bagi semua umat beragama.

“Adanya sekolah tinggi ini menjadi bukti bentuk kehadiran dan komitmen negara untuk menjamin hak keagamaan. STiAKIN ini menjadi sejarah bagi di Indonesia. Guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan pemahaman mendalam tentang ajaran Konghucu,” ujarnya.

Ia berharap STiAKIN tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga pusat kajian akademik yang akan berperan penting dalam memperkuat nilai-nilai moral, etika, serta kebijaksanaan ajaran Khonghucu yang dapat memperkaya tatanan kehidupan masyarakat yang majemuk.

Peresmian STiAKIN di Bangka Belitung mendapat sambutan hangat dari berbagai lapisan masyarakat. Banyak pihak menilai kehadiran sekolah tinggi ini sebagai langkah besar dalam memperkuat toleransi beragama dan menambah keberagaman institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

Dengan diresmikannya STiAKIN pertama di Indonesia ini, diharapkan Bangka Belitung dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam membangun pendidikan berbasis keberagaman demi menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan menjunjung nilai-nilai kebhinekaan. (KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *