KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memastikan rencana pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan masyarakat di Negeri Serumpun Sebalai. Senin (15/9/2025)
Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani, menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya saat menghadiri sekaligus membuka Seminar tentang Kesiapan Rumah Sakit di Babel dalam Menghadapi Berbagai Macam Perubahan Regulasi, yang berlangsung di gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Sabtu (13/9/2025).
“Pemprov Kepulauan Babel di kepemimpinan saya rencananya akan membangun rumah sakit jantung dan stroke. InsyaAllah, dalam waktu dekat akan kita realisasikan,” ungkap Gubernur Hidayat.
Menurut Hidayat, kehadiran rumah sakit khusus ini sangat penting untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan di bidang jantung dan stroke, yang selama ini masih menjadi kendala bagi masyarakat Babel. Banyak warga Babel yang harus berobat ke luar daerah, seperti ke Palembang atau Jakarta, untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih lengkap.
“Semoga melalui pembangunan rumah sakit itu nantinya, akan semakin memperkuat infrastruktur layanan kesehatan, sekaligus mendukung transformasi bidang kesehatan yang saat ini menjadi prioritas nasional,” harapnya.
Selain itu, pembangunan rumah sakit jantung dan stroke ini juga sejalan dengan misi Pemprov Babel dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Tidak hanya menambah fasilitas, keberadaan rumah sakit ini diharapkan dapat melahirkan tenaga medis yang lebih kompeten di bidangnya.
Sebelumnya, Pemprov Kepulauan Babel telah mencanangkan sejumlah lokasi alternatif sebagai tempat pembangunan rumah sakit tersebut. Salah satu lokasi yang dianggap strategis berada di sekitar kawasan GOR Sahabudin, Pangkalpinang. Kawasan ini dinilai memiliki aksesibilitas yang baik sehingga memudahkan masyarakat dari berbagai daerah untuk menjangkaunya.
Pemprov Babel juga sudah mengajukan anggaran untuk melakukan feasibility study atau studi kelayakan. Studi ini akan menjadi langkah penting dalam mematangkan perencanaan, termasuk menentukan desain, kapasitas, hingga kebutuhan tenaga medis yang diperlukan untuk operasional rumah sakit jantung dan stroke nantinya.
Hidayat menegaskan, pembangunan rumah sakit ini tidak hanya sekadar janji politik, melainkan kebutuhan mendesak yang harus diwujudkan. Menurutnya, Babel harus memiliki fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni agar masyarakat tidak selalu bergantung pada daerah lain.
“Kalau masyarakat harus berobat ke luar daerah, itu bukan hanya menyulitkan secara logistik, tapi juga menambah biaya besar bagi keluarga pasien. Dengan adanya rumah sakit jantung dan stroke di Babel, kita berharap masalah ini bisa teratasi,” jelas Hidayat.
Langkah Pemprov Babel ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga medis dan masyarakat. Mereka menilai pembangunan rumah sakit khusus akan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu layanan kesehatan di Babel.
Seminar yang dihadiri para pejabat rumah sakit, akademisi, serta pemangku kepentingan kesehatan di Babel itu turut membahas kesiapan regulasi serta tantangan yang dihadapi dalam penyediaan layanan kesehatan modern. Hidayat menekankan, sinergi antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan tenaga kesehatan menjadi kunci utama untuk merealisasikan rencana besar tersebut.
Dengan adanya rumah sakit jantung dan stroke, Babel diharapkan mampu bersaing dengan provinsi lain dalam hal layanan kesehatan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah daerah. (Sumber: Diskominfo Babel, Editor: KBO Babel)










