Israel Hantam Gaza, Direktur Rumah Sakit Indonesia dan Keluarganya Tewas

Marwan al-Sultan Tewas Dibom Israel, Gaza Kehilangan Ahli Jantung Ternama

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Gaza) – Serangan udara Israel kembali memicu gelombang duka mendalam di Jalur Gaza. Salah satu dokter paling senior dan sosok penting di sektor kesehatan Gaza, Marwan al-Sultan, tewas bersama sejumlah anggota keluarganya setelah rumahnya dihantam serangan udara Israel. Kamis (3/7/2025)

Marwan al-Sultan, seorang ahli jantung ternama, juga dikenal sebagai direktur Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Kematian al-Sultan disebut sebagai “kerugian yang sangat besar” bagi sistem kesehatan Gaza yang sudah berada di ambang kehancuran akibat konflik berkepanjangan.

banner 336x280

Menurut organisasi Healthcare Workers Watch (HWW) yang berbasis di Palestina, al-Sultan adalah tenaga kesehatan ke-70 yang tewas akibat serangan Israel hanya dalam 50 hari terakhir.

“Pembunuhan dokter Marwan al-Sultan oleh militer Israel adalah kerugian yang sangat besar bagi Gaza dan komunitas medis secara global. Ini akan berdampak menghancurkan pada sistem pelayanan kesehatan di Gaza,” ujar Muath Alser, Direktur HWW, dikutip dari The Guardian, Kamis (3/6/2025).

“Ini adalah bagian dari pola panjang penargetan sistematis terhadap tenaga kesehatan yang dilakukan tanpa pertanggungjawaban. Ini bukan hanya kehilangan nyawa, tetapi juga penghancuran pengalaman dan pengetahuan medis selama puluhan tahun yang sangat dibutuhkan di tengah situasi kemanusiaan yang luar biasa buruk,” tambahnya.

Direktur Rumah Sakit al-Shifa, Mohammed Abu Selmia, juga menyampaikan duka yang mendalam atas kehilangan al-Sultan. Menurutnya, sosok al-Sultan sangat berperan penting dalam menyelamatkan ribuan pasien di Gaza.

“Kami sangat terpukul. Dia tidak tergantikan,” kata Abu Selmia.

“Ia adalah seorang akademisi ternama dan salah satu dari dua ahli jantung yang tersisa di Gaza. Ribuan pasien jantung akan menderita akibat kematiannya. Satu-satunya kesalahannya hanyalah karena ia seorang dokter. Kami harus bertahan, tetapi rasa kehilangan ini sangat menyakitkan.”

Beberapa pekan sebelum wafat, al-Sultan sempat berbicara kepada The Guardian mengenai kondisi kritis di Rumah Sakit Indonesia. Ia menggambarkan situasi di rumah sakit itu semakin tertekan akibat gelombang korban luka yang terus berdatangan setelah serangan Israel meningkat sejak Mei 2025.

Data HWW menunjukkan lebih dari 1.400 tenaga kesehatan telah tewas sejak perang dimulai pada Oktober 2023. Profesi medis kini menjadi salah satu kelompok paling rentan di tengah konflik yang terus berkecamuk.

Di antara korban tersebut tercatat tiga dokter, kepala perawat Rumah Sakit Indonesia dan Rumah Sakit Anak al-Nasser, bidan senior, teknisi radiologi, serta puluhan tenaga medis muda dan perawat magang. Kehilangan ini semakin memperburuk pelayanan kesehatan di Gaza yang telah lumpuh oleh blokade dan serangan bertubi-tubi.

Serangan yang menewaskan al-Sultan dan keluarganya kembali memicu seruan internasional untuk menghentikan kekerasan dan memastikan perlindungan terhadap tenaga medis di wilayah konflik. Namun hingga kini, respons tegas dari komunitas internasional masih dinilai minim oleh berbagai kelompok kemanusiaan. (Sumber: CNBC Indonesia, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *