Karhutla Mengintai, 18 Titik Panas Terdeteksi di Empat Kabupaten di Babel

BPBD Babel Deteksi 18 Titik Panas, Warga Diminta Tak Bakar Lahan di Musim Kemarau

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Sebanyak 18 titik panas atau hotspot yang diduga merupakan indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau oleh satelit di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu, 2 Juli 2025. Titik-titik panas tersebut tersebar di empat kabupaten dan menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah setempat. Rabu (2/7/2025)

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung, Ari Primajaya, mengatakan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

banner 336x280

“Pantauan satelit ada 18 titik panas tersebar di empat kabupaten,” kata Ari di Pangkalpinang, Rabu, 2 Juli 2025.

Menurutnya, sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Bangka dengan jumlah 7 titik. Sementara itu, di Kabupaten Bangka Barat terdeteksi 6 titik, Bangka Tengah 3 titik, dan Bangka Selatan 2 titik.

“Paling banyak titik panas di Bangka 7 titik dengan tingkat akurasi 7 dan 8,” ujarnya.

Ari menjelaskan bahwa meskipun titik panas telah terdeteksi dengan tingkat akurasi 7 dan 8, pihaknya belum bisa memastikan apakah seluruh titik tersebut benar-benar merupakan kebakaran hutan dan lahan. Untuk memastikannya, diperlukan verifikasi langsung di lapangan.

“Kendati tingkat akurasi 7 dan 8, namun belum bisa dipastikan apakah itu karhutla atau bukan. Tim kita harus turun untuk pengecekan, kalau memang karhutla langsung tindakan pemadaman,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada menghadapi musim kemarau yang tengah berlangsung. Terutama agar tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar, karena kondisi angin kencang sangat berpotensi memperluas api.

BPBD bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pemantauan dan persiapan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya karhutla. Koordinasi dengan aparat desa dan masyarakat juga ditingkatkan guna mencegah bencana lebih besar. (Sumber: Metrotvnews.com, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *