Kemplang hingga Getas Melenggang ke Australia, Ekspor Perdana IKM DAS Resmi Dilepas Karantina Babel

Pangkalpinang Siap Go Global, Ekspor Produk Olahan Laut Perdana Dilepas ke Australia

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) resmi melepas ekspor perdana produk olahan pangan berbahan dasar hasil laut dari Kota Pangkalpinang. Sebanyak dua kuintal atau 200 kilogram produk camilan khas Bangka Belitung diberangkatkan menuju Sydney, Australia, pada Rabu (19/11/2025). Prosesi pelepasan ekspor berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang dan menjadi tonggak baru bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di daerah tersebut. Jumat (21/11/2025)

Kepala Balai Karantina Babel, Herwintarti, menjelaskan bahwa seluruh produk yang diekspor telah melalui serangkaian pemeriksaan ketat sesuai standar ekspor. Pemeriksaan dilakukan oleh Satuan Pelayanan (Satpel) Bandara Depati Amir sebelum diberangkatkan.

banner 336x280

“Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi jenis, jumlah, dan kelayakan komoditas sesuai permohonan ekspor,” ujar Herwintarti dalam laporan yang diterima awak media, Kamis (20/11/2025).

Ia menegaskan bahwa Karantina Babel berkomitmen memberikan fasilitas terbaik untuk mendukung aktivitas ekspor, terutama bagi pelaku usaha lokal yang ingin memperluas pasar. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, instansi karantina, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penting dalam membuka pintu ekspor yang lebih luas bagi IKM di Bangka Belitung.

“Dukungan fasilitas ekspor yang dilakukan karantina, pemda, dan seluruh stakeholder diharapkan menjadi pintu gerbang ekspor para pelaku usaha dalam mengembangkan kualitas dan pemasaran produknya,” jelasnya.

Produk olahan yang diekspor merupakan keluaran IKM DAS, salah satu pelaku usaha yang dikenal memproduksi camilan khas Babel. Tiga jenis produk yang dikirim yaitu kemplang, kericu, dan getas, yang telah lama dipasarkan di berbagai gerai lokal dan mendapatkan respons baik dari masyarakat. Kini, produk tersebut mulai menembus pasar global dengan masuk ke salah satu jaringan supermarket di Sydney.

“Produk ini merupakan olahan khas Bangka Belitung dari IKM DAS, terdiri atas kemplang, kericu, dan getas, yang telah dipasarkan ke sejumlah gerai lokal dan kini mulai menembus pasar global,” ungkap Herwintarti.

Ia menambahkan bahwa ekspor bernilai jutaan rupiah ini menjadi langkah awal yang diharapkan dapat berkembang lebih besar ke depannya. Dengan meningkatnya minat pasar internasional, pelaku IKM diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas kemasan agar tetap kompetitif.

“Ekspor ini merupakan fase pertama yang diharapkan dapat meningkat pada pemesanan berikutnya sebagai perluasan pasar internasional bagi pelaku IKM,” ucapnya optimistis.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Udin, turut memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang berhasil membawa produk lokal menembus pasar Australia. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras, pelatihan yang konsisten, serta keikutsertaan dalam berbagai pameran produk yang secara langsung memperkenalkan camilan Pangkalpinang kepada buyer internasional.

“Ekspor ini merupakan buah dari kerja keras pelaku usaha yang aktif mengikuti berbagai pelatihan dan expo produk sehingga mampu menarik minat calon buyer internasional,” katanya.

Udin menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa produk asal Pangkalpinang memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global. Ia berharap ekspor perdana ini dapat memotivasi lebih banyak pelaku IKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk.

“Kali ini kita buktikan bahwa produk Pangkalpinang tidak kalah kelas. Kita mampu dan siap untuk hadir di pasar global,” tegasnya.

Dengan pelepasan ekspor perdana ini, Karantina Babel bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap dapat membuka jalan bagi lebih banyak pelaku usaha lokal untuk melakukan ekspor mandiri di masa mendatang. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat memperkuat sektor ekonomi kreatif serta meningkatkan kontribusi IKM terhadap perekonomian daerah. (Sumber : RRI, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *