Kronologi Lengkap Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Propam Tangkap 7 Anggota

Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis Brimob, Kapolri Minta Maaf ke Keluarga Korban

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (20) tewas usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat terjadi demonstrasi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam. Korban sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat, namun nyawanya tidak tertolong. Jumat (29/8/2025)

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edy Suhaeri menyampaikan duka cita mendalam atas insiden yang menewaskan pemuda tersebut.

banner 336x280

“Hari ini kami sangat berduka sekali kehilangan saudara kita yang mana ada kejadian tadi sore,” ujar Asep di RSCM, dikutip dari Kompas.com, Kamis (28/8/2025).

Kronologi Ojol Dilindas Rantis

Berdasarkan keterangan saksi mata, peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Seorang warga bernama Herudin menyebut, awalnya warga sekitar keluar rumah untuk memprotes tindakan aparat Brimob yang menembakkan gas air mata hingga mengenai kawasan pemukiman.

“Awalnya massa demonstran dan ibu-ibu warga dari Gang Administrasi 1 Penjernihan keluar ke jalan penjernihan protes Brimob ngejar demonstran sampai perkampungan pakai gas air mata,” ujarnya dikutip dari Warta Kota, Kamis (28/8/2025).

Kericuhan semakin memanas saat warga mendekati salah satu rantis Brimob yang berada di lokasi untuk melayangkan protes. Tiba-tiba, rantis tersebut melaju ke arah kerumunan massa. Sejumlah orang berlarian menyelamatkan diri, namun naas, Affan yang saat itu masih berada di jalan tidak berhasil menghindar.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak korban berusaha menghindar. Namun, kendaraan berlapis baja itu tetap melaju kencang dan akhirnya menabrak serta melindas Affan. Massa yang panik segera berteriak histeris saat korban terjepit roda bagian depan.

Sejumlah warga berusaha menghentikan laju rantis untuk menyelamatkan korban. Namun, kendaraan itu masih tetap melaju dan menyeret tubuh Affan sejauh beberapa meter sebelum akhirnya berhenti. Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa warga ke rumah sakit menggunakan sepeda motor.

Saksi Mata: Rantis Ugal-Ugalan

Seorang saksi lain, Abdul (29, bukan nama sebenarnya), juga mengungkapkan bahwa laju rantis Brimob saat itu tidak terkendali. Menurutnya, kendaraan tersebut terlihat sengaja diarahkan ke massa.

“Dia benar-benar nyoba nabrakin para pendemo, kanan kiri ugal-ugalan. Siapa saja di depannya dihajar,” kata Abdul dilansir dari TribunJakarta, Kamis (28/8/2025).

Abdul menuturkan, sebelum peristiwa nahas itu, Affan sempat mengantarkan makanan ke kawasan Bendungan Hilir. Namun karena jalan macet akibat kericuhan, korban memilih berhenti di sekitar Pejompongan. Saat itulah rantis Brimob melaju ke arahnya.

“Itu kejadiannya habis magrib, sudah bener-bener chaos, itu mobil saya lihatnya dari dekat halte, mengarah ke Pejompongan,” ujar Abdul.

Propam Tangkap 7 Anggota Brimob

Insiden tewasnya Affan memicu reaksi cepat dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Sebanyak tujuh anggota Satuan Brimob Polda Metro Jaya yang berada di dalam rantis saat kejadian diamankan untuk diperiksa.

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim menyebut, pihaknya masih mendalami peran masing-masing personel yang ada di dalam kendaraan tersebut.

“Yang jelas, tujuh orang ini ada di dalam mobil. Kita dalami perannya bagaimana, ini masih belum kita ketahui,” jelas Karim dikutip dari Antara, Jumat (29/8/2025).

Adapun tujuh anggota yang diperiksa antara lain Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J. Hingga kini, mereka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolri Minta Maaf

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menyampaikan permintaan maaf langsung kepada keluarga korban atas insiden mematikan tersebut. Menurutnya, ia sudah menemui keluarga Affan, termasuk ayah almarhum, serta pengurus lingkungan untuk memastikan seluruh proses pemakaman berjalan lancar.

“Sekali lagi, mohon maaf atas peristiwa yang terjadi dan kami mewakili keluarga besar institusi Polri memohon maaf yang sebesar-besarnya” ujar Listyo usai menemui keluarga korban di RSCM, Jakarta dikutip dari Antara, Jumat (29/8/2025).

Listyo juga menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas insiden ini dan memastikan ada pertanggungjawaban hukum bagi pihak yang terbukti lalai. Ia menambahkan, Polri akan menanggung seluruh biaya perawatan hingga pemakaman korban sebagai bentuk tanggung jawab institusi.

Kematian Affan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sesama ojol, hingga masyarakat luas. Di media sosial, tagar #KeadilanUntukAffan menjadi trending, dengan banyak warganet menuntut keadilan serta meminta transparansi dalam proses hukum.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *