KBOBABEL.COM (Jakarta) – Kontras mencolok tampak dari harta kekayaan resmi salah satu tersangka kasus dugaan pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Irvian Bobby Mahendro Putro, dengan uang haram yang diterimanya. Irvian yang dikenal dengan julukan ‘sultan’ di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tercatat memiliki harta Rp 3,9 miliar. Namun jumlah itu jomplang dengan uang hasil pemerasan yang diduga diterimanya mencapai Rp 69 miliar. Senin (25/8/2025)
Irvian diketahui mampu merenovasi rumah Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel hingga memberikan motor mewah Ducati. Uang yang dipakai berasal dari hasil pemerasan sertifikat K3.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Irvian terakhir kali melaporkan pada 2 Maret 2022. Dalam laporan itu, total kekayaan Irvian mencapai Rp 3.905.374.068. Rinciannya, Irvian memiliki tanah dan bangunan seluas 145 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp 1.278.247.000. Selain itu, ia juga tercatat memiliki satu unit mobil Mitsubishi Pajero dengan nilai Rp 335.000.000.
Masih dalam laporan yang sama, Irvian juga memiliki harta bergerak senilai Rp 75.253.273, serta kas Rp 2.216.873.795. Menariknya, ia tercatat tidak memiliki utang. Dengan demikian, total harta kekayaan Irvian sebesar Rp 3.905.374.068.
Jumlah tersebut berbanding jauh dengan total uang yang diterima Irvian dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3. Irvian yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025 disebut sebagai penerima aliran dana terbesar. Dari total Rp 81 miliar hasil pemerasan, Irvian kebagian Rp 69 miliar melalui sejumlah perantara.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan praktik pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kemnaker telah berlangsung sejak 2019. Biaya pengurusan yang seharusnya hanya Rp 275 ribu melonjak hingga Rp 6 juta. Dari selisih biaya yang dibayarkan oleh pihak pengurus sertifikat K3 dengan biaya sebenarnya, uang itu kemudian dialirkan ke sejumlah pihak di Kemnaker.
“Totalnya, Rp 81 miliar. Dari Rp 81 miliar, Rp 69 miliar di antaranya mengalir ke Irvian,” ungkap KPK.
KPK Duga Irvian Tak Patuh LHKPN
KPK menduga ketidakpatuhan Irvian dalam melaporkan LHKPN lantaran adanya perbedaan mencolok antara harta resmi Rp 3,9 miliar dengan uang hasil pemerasan Rp 69 miliar.
“Artinya dalam pelaporan LHKPN saudara IBM ini juga diduga tidak patuh. Jumlah asetnya tidak sinkron dengan temuan awal dalam kegiatan tangkap tangan ini,” kata jubir KPK Budi Prasetyo ketika dihubungi, Minggu (24/8).
KPK memastikan akan menelusuri aliran dana hasil pemerasan K3, termasuk aset yang sudah berubah bentuk.
“KPK pasti akan lakukan follow the money atas aset-aset yang diduga terkait ataupun merupakan hasil dari tindak pidana korupsi,” ucap Budi.
Ia menambahkan, temuan tersebut memperkuat julukan ‘sultan’ yang melekat pada Irvian.
“Temuan KPK ini sekaligus mengkonfirmasi sebutan ‘sultan’ untuknya,” tambah dia.
Dalam kasus ini, Noel sebagai Wamenaker juga disebut menerima jatah Rp 3 miliar serta satu unit motor Ducati.
Daftar Tersangka
KPK menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Kemnaker, yaitu:
-
Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025
-
Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-sekarang
-
Subhan selaku Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020-2025
-
Anitasari Kusumawati selaku Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020 sampai sekarang
-
Immanuel Ebenezer Gerungan selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI
-
Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025 sampai sekarang
-
Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025
-
Sekarsari Kartika Putri selaku Subkoordinator
-
Supriadi selaku Koordinator
-
Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia
-
Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia
‘Sultan’ Bayar Renovasi Rumah Noel
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan, julukan ‘sultan’ yang diberikan Noel kepada Irvian muncul karena Irvian dikenal sebagai pejabat dengan banyak uang. Selain itu, ia juga memberikan sepeda motor Ducati kepada Noel.
“IEG menyebut IBM sebagai sultan, maksudnya orang yang banyak uang di Ditjen Binwas K3,” kata Setyo kepada wartawan, Sabtu (23/8).
Setyo menambahkan, Noel bahkan pernah secara terbuka meminta uang renovasi rumah kepada Irvian. Permintaan itu langsung disanggupi.
“IEG minta untuk renovasi rumah Cimanggis, IBM kasih Rp3 M,” kata Setyo.
Kasus pemerasan sertifikat K3 di Kemnaker menjadi salah satu sorotan besar publik karena melibatkan pejabat tinggi kementerian hingga pejabat teknis di lapangan. Praktik mafia perizinan yang seharusnya hanya bernilai ratusan ribu rupiah justru membengkak hingga jutaan rupiah, dan hasilnya masuk ke kantong pribadi sejumlah pejabat.
Dengan temuan uang Rp 69 miliar yang mengalir ke satu orang, yaitu Irvian, KPK menilai ada indikasi kuat praktik pemerasan ini dilakukan secara sistematis. Julukan ‘sultan’ yang melekat pada Irvian kini berubah menjadi beban besar dalam kasus hukum yang tengah diusut KPK. (Sumber: Detikcom, Editor: KBO Babel)