KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, khususnya ekosistem mangrove. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memperkuat kelembagaan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) agar mampu bekerja lebih optimal dan terarah. Rabu (8/4/2026)
Upaya tersebut ditandai dengan rapat kerja yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, di Kantor Gubernur Babel, Selasa (7/4/2026). Rapat ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari lintas sektor guna merumuskan strategi bersama dalam meningkatkan kualitas ekosistem mangrove di wilayah Bangka Belitung.
Dalam arahannya, Fery Afriyanto menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam memperkuat struktur organisasi serta menyusun program kerja KKMD yang efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, keberhasilan pelestarian mangrove tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif semua stakeholder.
“Hari ini kita minta masukan dari seluruh stakeholder, apa yang menjadi rumusan bersama sehingga nantinya kelompok kerja mangrove daerah dapat bekerja secara komprehensif dan maksimal di lapangan,” ujar Fery.
Ia menjelaskan, saat ini kondisi mangrove di Bangka Belitung menghadapi berbagai tantangan serius. Salah satu persoalan utama adalah menurunnya kualitas ekosistem mangrove akibat aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan, termasuk tambang ilegal dan alih fungsi lahan.
“Kualitas mangrove kita saat ini ada yang menurun. Ini akibat berbagai aktivitas yang berdampak terhadap ekosistem, seperti tambang ilegal dan sektor lainnya,” jelas Fery yang juga menjabat sebagai Ketua KKMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Penurunan kualitas mangrove tersebut, lanjutnya, tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam kehidupan masyarakat pesisir. Mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami dari abrasi, habitat berbagai biota laut, serta penopang ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan dan pariwisata.
Oleh karena itu, Fery menekankan perlunya langkah-langkah konkret dan terukur untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya melalui program rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan, pembangunan ekosistem pesisir yang lestari, serta penanaman kembali di kawasan yang mengalami kerusakan.
“Ini menjadi bukti nyata komitmen kita bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Selain itu, penguatan kelembagaan KKMD juga difokuskan pada peningkatan peran dalam upaya pencegahan kerusakan lingkungan. Hal ini mencakup pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal serta pengendalian alih fungsi lahan yang dapat merusak ekosistem mangrove.
Fery menilai, dengan kelembagaan yang kuat dan terstruktur, KKMD akan mampu menjalankan fungsi koordinasi, pengawasan, dan pelaksanaan program secara lebih efektif. Hal ini penting agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata di lapangan.
Rapat kerja ini juga menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi antarinstansi serta merumuskan langkah-langkah prioritas yang akan dilakukan ke depan. Berbagai masukan dari stakeholder diharapkan dapat memperkaya kebijakan yang diambil, sehingga program pelestarian mangrove dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Penguatan KKMD diharapkan tidak hanya berdampak pada perbaikan kualitas lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan ekosistem mangrove yang terjaga, potensi ekonomi seperti perikanan, ekowisata, dan usaha berbasis lingkungan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung optimistis, melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan kelembagaan KKMD, upaya pelestarian mangrove dapat berjalan lebih terkoordinasi dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di tengah berbagai tekanan pembangunan.
Ke depan, KKMD diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian mangrove di Bangka Belitung. Dengan dukungan semua pihak, ekosistem pesisir yang sehat dan berkelanjutan bukan hanya menjadi harapan, tetapi dapat terwujud secara nyata demi kepentingan lingkungan dan generasi mendatang. (Mung Harsanto/KBO Babel)











