Meski Aman dari El Nino, BPBD Pangkalpinang Siagakan TRC 24 Jam Antisipasi Karhutla

Belum Terdampak El Nino, BPBD Pangkalpinang Fokus Pencegahan Kebakaran dan Kekeringan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang memastikan hingga awal tahun 2026 belum terdapat dampak signifikan dari fenomena El Nino di wilayahnya. Meski demikian, langkah kesiapsiagaan tetap diperkuat sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang umumnya meningkat saat fenomena tersebut terjadi. Kamis (9/4/2026)

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Kedaruratan BPBD Kota Pangkalpinang, Nur Ikhsan, mengatakan kondisi di wilayah Pangkalpinang saat ini masih relatif aman dan terkendali.

banner 336x280

“Untuk tahun ini belum ada dampak El Nino di Pangkalpinang. Memang sempat ada laporan kebakaran, namun itu terjadi di wilayah Lintas Timur, Kabupaten Bangka, arah pesisir pantai,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, lokasi kebakaran tersebut secara administratif berada di wilayah Kabupaten Bangka, sehingga penanganan utama berada di bawah kewenangan pemerintah daerah setempat. Meski begitu, koordinasi tetap dilakukan lintas wilayah, termasuk dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait lainnya.

Menurut Nur Ikhsan, kondisi cuaca di Pangkalpinang sejauh ini masih tergolong normal. Curah hujan yang masih terjadi secara berkala dinilai menjadi salah satu faktor yang membantu menekan potensi kebakaran lahan maupun kekeringan ekstrem.

Namun demikian, BPBD tidak ingin lengah. Potensi dampak El Nino, terutama menjelang puncak musim kemarau, tetap menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan sejak dini.

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah dengan menyiagakan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) selama 24 jam penuh. Tim ini disiapkan untuk merespons cepat setiap laporan kejadian, baik kebakaran lahan, kekeringan, maupun potensi bencana lainnya.

“Kami tetap siaga penuh. Tim Reaksi Cepat kami stand by 24 jam untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya,” jelasnya.

Selain itu, BPBD Pangkalpinang juga membuka kemungkinan untuk memberikan bantuan lintas wilayah apabila dibutuhkan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas antar daerah dalam penanganan bencana, terutama di wilayah yang berbatasan langsung.

Dalam praktiknya, dukungan yang diberikan BPBD Pangkalpinang saat ini lebih difokuskan pada penyediaan suplai air untuk membantu proses pemadaman kebakaran. Mengingat keterbatasan sarana dan prasarana, BPBD belum memiliki unit pemadam kebakaran maupun sumber daya manusia khusus untuk penanganan karhutla secara langsung.

“Kami membantu dari sisi suplai air untuk penyemprotan. Untuk pemadaman, kami berkoordinasi dengan Damkar Kota Pangkalpinang karena kami belum memiliki unit dan SDM khusus,” ungkap Nur Ikhsan.

Koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pangkalpinang menjadi kunci dalam upaya penanganan kebakaran. Sinergi antar instansi ini diharapkan mampu mempercepat respons serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Selain kesiapan personel dan dukungan logistik, BPBD Pangkalpinang juga terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan potensi titik panas (hotspot) di wilayahnya. Pemantauan ini dilakukan secara berkala melalui koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Langkah ini penting untuk mendeteksi dini potensi kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Di sisi lain, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara membakar. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam mencegah terjadinya karhutla.

“Kami berharap masyarakat juga ikut berperan aktif. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena ini bisa memicu kebakaran yang lebih luas, apalagi saat musim kemarau nanti,” tegasnya.

Ke depan, BPBD Pangkalpinang memastikan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama menjelang periode kemarau yang diprediksi berpotensi lebih kering akibat pengaruh El Nino.

Dengan kombinasi kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, diharapkan potensi bencana dapat diminimalkan dan kondisi tetap terkendali di wilayah Kota Pangkalpinang. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *