KBOBABEL.COM (BANGKA) – Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni, PLN NPS PLTU Bangka bersama Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar aksi nyata pelestarian alam. Kegiatan bertajuk “Alam Inspirasiku, Menyongsong Masa Depan Lebih Indah” ini dilaksanakan di kawasan Pantai Takari, Desa Rebo, pada Senin (8/6/2026). Selasa (9/6/2026)
Sebagai wujud komitmen memulihkan ekosistem pesisir yang sempat rusak akibat aktivitas ilegal dan abrasi, sebanyak 500 bibit bakau ditanam bersama di lahan eks tambang. Selain penanaman, rangkaian acara juga meliputi penyerahan penghargaan bagi sekolah Adiwiyata, bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta peluncuran gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas PLTU Bangka.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bangka Syahbudin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Boy Yandra, Manager UPK PLN Bangka Belitung Anton Wibisono, Manager PLN NPS PLTU Bangka I Gusti Putra Astawa, perangkat desa, kepala sekolah, perwakilan organisasi masyarakat, aparat keamanan, pelajar, dan ratusan warga setempat.
Pemilihan Pantai Takari sebagai lokasi penanaman bukan tanpa alasan. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan kembali menjadi hutan bakau yang lestari. Sebagai benteng alami, bakau berperan penting menahan abrasi, menjernihkan air, menjadi habitat biota laut, serta menyerap karbon untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Manager PLN NPS PLTU Bangka, I Gusti Putra Astawa, menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar seremoni. “Kami menyadari operasional pembangkit listrik harus selaras dengan kelestarian alam. Penanaman ini adalah bagian dari program berkelanjutan agar Pantai Takari kembali hijau, terlindungi, dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi tersebut. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. “Lingkungan yang terjaga adalah jaminan kehidupan yang lebih baik untuk generasi mendatang,” katanya.
Warga Desa Rebo menyambut baik langkah ini. Mereka berharap keberadaan hutan bakau nantinya tidak hanya melindungi pemukiman dari ancaman abrasi, tetapi juga meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan berpotensi dikembangkan menjadi kawasan ekowisata yang menambah nilai ekonomi warga.
Perwakilan pemerhati lingkungan sekaligus dari organisasi METI dan Kopetindo, Ir. Arief Effendi, mengingatkan bahwa kerusakan alam yang terlihat saat ini—seperti perubahan cuaca ekstrem dan kesulitan air bersih—adalah peringatan. “Kita meminjam bumi dari anak cucu, bukan mewarisinya begitu saja. Aksi ini adalah langkah pencegahan agar mereka tetap mendapatkan udara segar dan tanah subur,” ungkapnya.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini diharapkan menjadi titik awal, bukan akhir. Semangat menjaga alam diharapkan terus berlanjut dalam keseharian, membuktikan bahwa pembangunan energi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan demi masa depan yang lebih lestari. (Eqi Fitri Marehan/KBO Babel)
















