KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Teka-teki motif di balik pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta, mulai menemukan titik terang. Setelah sebelumnya polisi berhasil mengungkap dalang di balik aksi keji ini, kini muncul dugaan kuat bahwa motif pelaku berhubungan dengan masalah pinjaman fiktif bernilai fantastis. Kamis (28/8/2025)
Dwi Hartono, seorang motivator sekaligus pengusaha bimbingan belajar, disebut sebagai otak dari penculikan dan pembunuhan yang merenggut nyawa Ilham. Informasi yang dihimpun menyebutkan, Dwi merasa sakit hati kepada korban karena permohonan kredit fiktif senilai Rp13 miliar yang diajukannya ditolak oleh pihak bank. Penolakan tersebut kemudian menjadi titik awal munculnya dendam yang berujung pada rencana keji terhadap Ilham.
Tidak berhenti sampai di situ, Dwi lantas menyewa sekelompok debt collector untuk melaksanakan rencananya. Ilham sempat diculik dan dimasukkan ke dalam mobil sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban yang berusia 37 tahun itu ditemukan dengan kondisi mengenaskan.
Meski demikian, penyidik kepolisian menegaskan masih terus mendalami motif sebenarnya di balik peristiwa tragis ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menegaskan bahwa aparat tidak gegabah dalam menyimpulkan motif utama pembunuhan.
“Penyidik masih mendalami lebih jauh motif pembunuhan ini. Termasuk dugaan keterkaitannya dengan urusan kredit bermasalah,” kata Ade Ary.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya salah satu karyawan terbaik BRI. Ia menekankan bahwa pihak bank menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.
“Kami ikut berduka. Saat ini masih didalami aparat kepolisian. Dari rekaman yang saya lihat, korban sepertinya memang diculik sebelum ditemukan meninggal,” ujar Hery dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI.
Sebelumnya, aparat kepolisian sudah berhasil menangkap Dwi Hartono di kediamannya yang berada di kawasan Perumahan Kota Wisata, Cibubur. Selain Dwi, polisi juga telah mengamankan sejumlah pelaku lapangan yang turut serta dalam penculikan dan pembunuhan ini. Total delapan orang tersangka kini sudah ditahan, termasuk para eksekutor di lapangan.
Polisi menyebut ada empat otak pelaku utama dalam kasus ini, masing-masing berinisial DH, YJ, AA, dan C. Tiga pelaku utama yakni DH, YJ, dan AA berhasil ditangkap di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 20.15 WIB. Sedangkan satu tersangka lainnya, C, ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Dari keempat otak utama tersebut, Dwi Hartono alias DH ditetapkan sebagai dalang utama kasus penculikan dan pembunuhan tersebut.
(Sumber: Fajar.co.id, Editor: KBO Babel)