Prabowo: Indonesia Tetap Non-Blok, Tak Gabung Pakta Militer

Di Tengah Isu Perang Dunia, Prabowo Pastikan RI Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (SENTUL) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak akan bergabung dengan pakta militer mana pun. Penegasan ini disampaikan Prabowo di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global serta isu kemungkinan pecahnya Perang Dunia Ketiga. Senin (2/2/2026)

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Di hadapan para kepala daerah dan pejabat pemerintah pusat, Prabowo menegaskan bahwa sikap non-blok merupakan warisan sejarah yang akan terus dijaga oleh pemerintahannya.

banner 336x280

“Saya jalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita. Saya menjalankan politik luar negeri yang menganut garis bebas aktif, non-aligned, non-blok. Kita tidak akan ikut pakta militer mana pun,” tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, prinsip tersebut bukan sekadar pilihan politik, melainkan fondasi penting dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia. Ia menekankan filosofi yang selama ini dipegang dalam hubungan internasional, yakni memiliki seribu kawan masih terlalu sedikit, namun memiliki satu musuh saja sudah terlalu banyak.

Presiden menyadari sepenuhnya konsekuensi dari sikap non-blok tersebut. Ia menyampaikan secara terbuka bahwa dengan tidak bergabung ke blok militer mana pun, Indonesia pada dasarnya harus siap berdiri sendiri dalam menghadapi berbagai ancaman.

“Kita mengerti semua, kalau kita sungguh-sungguh mau non-blok, kalau kita sungguh-sungguh tidak terlibat dalam pakta militer, kalau kita sungguh-sungguh mau bersahabat dengan semua, berarti kita sendiri. Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak ada yang bantu kita. Percaya sama saya, nobody going to help us,” ujar Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa sikap berdiri sendiri bukan berarti Indonesia lemah atau pasrah. Justru sebaliknya, hal tersebut menuntut bangsa Indonesia untuk memperkuat diri, baik dari sisi pertahanan, ekonomi, maupun persatuan nasional.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan kembali pesan para pendiri bangsa. Ia menyinggung pernyataan Presiden pertama RI, Soekarno, yang menegaskan bahwa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri. Selain itu, ia juga mengutip pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang menekankan pentingnya kepercayaan terhadap kekuatan sendiri.

“Bung Karno mengajarkan kita berdiri di kaki sendiri. Panglima Besar Jenderal Soedirman juga mengingatkan bahwa bangsa ini harus percaya pada kekuatan sendiri,” kata Prabowo.

Presiden kemudian menyoroti realitas hubungan internasional yang menurutnya kerap jauh dari nilai-nilai ideal. Ia menyatakan bahwa dunia global berjalan berdasarkan kekuatan nyata, bukan sekadar prinsip moral atau teori akademis.

“Dengan segala hormat kepada para pakar yang pandai dan pintar, yang punya banyak gelar, saya hormati mereka. Tapi dunia ini adalah keadaan nyata, bukan keadaan ideal. Yang berlaku di dunia ini adalah yang kuat akan berbuat apa yang mereka kehendaki, yang lemah akan menderita. Itu yang kita lihat hari ini di mana-mana,” ujarnya.

Prabowo menegaskan, sebagai Kepala Negara, tanggung jawab utamanya adalah menjaga keselamatan bangsa dan melindungi rakyat Indonesia dari segala bentuk ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Karena itu, kebijakan luar negeri yang diambil harus selalu berpijak pada kepentingan nasional dan keselamatan rakyat.

Ia juga mengakui bahwa menjalankan politik luar negeri yang bersahabat dengan semua negara bukanlah perkara mudah. Dalam praktiknya, sering kali terdapat tekanan, dinamika, dan gejolak emosi, baik di tingkat global maupun domestik.

“Kadang-kadang gampang untuk kita bilang, gampang untuk kita ngomong, tapi tidak gampang untuk dilaksanakan. Kadang-kadang hati kita bergejolak, tapi kita tetap harus senyum karena kita sudah memilih akan baik dengan semua negara, untuk melindungi rakyat kita,” kata Prabowo.

Menutup arahannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjalin hubungan baik dengan seluruh negara, tanpa kehilangan prinsip kemandirian dan kedaulatan. Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, Prabowo menilai konsistensi pada politik luar negeri bebas aktif adalah jalan terbaik untuk menjaga posisi Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, dihormati, dan berorientasi pada perdamaian. (Sumber : Metrotv News, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *