KBOBABEL.COM (NAMANG) — Program Jaksa Mandiri Pangan yang diluncurkan pada Oktober 2025 mulai menunjukkan hasil nyata. Panen perdana padi di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil mencapai produktivitas hampir 8 ton per hektare dari total area sekitar 100 hektare, Rabu (18/2/2026) sore. Kamis (19/2/2026)
Capaian tersebut dinilai sebagai indikator awal keberhasilan pendekatan baru dalam pendampingan sektor pertanian yang tidak hanya berfokus pada bantuan fisik, tetapi juga pada penguatan tata kelola dan pengawasan administrasi desa.
Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyebut panen ini sebagai bukti konkret bahwa dukungan pemerintah terhadap petani mulai memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan pangan daerah.
“Hari ini menjadi bukti nyata bahwa melalui program ini, petani sudah berhasil panen perdana sebesar kurang lebih 100 hektare. Dan hasilnya sangat memuaskan, hampir 8 ton per hektare,” ujarnya kepada awak media di lokasi panen.
Menurutnya, pemerintah provinsi akan terus menjaga kesinambungan program agar produktivitas pertanian dapat meningkat secara stabil dan berkelanjutan.
“Tentu selaku pemerintah, kami akan terus berkomitmen membantu para petani melalui berbagai program dan inisiatif. Sesuai instruksi presiden, kita akan terus siaga melindungi dan mendukung petani dalam rangka ketahanan pangan di provinsi kita,” tegasnya.
Program Jaksa Mandiri Pangan sendiri merupakan inisiatif Korps Adhyaksa yang bertujuan mendukung agenda nasional ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Abvianto Syaifulloh, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memperbaiki sistem pengelolaan desa dan pertanian secara menyeluruh.
“Program Jaksa Mandiri Pangan adalah mandat langsung dari Jaksa Agung yang dibina oleh Kejati Babel. Kami mendampingi para petani, khususnya di Desa Namang, mulai dari tata kelola keuangan desa hingga pengelolaan pertanian padi dan komoditas lainnya,” jelasnya.
Pendampingan tersebut meliputi transparansi penggunaan dana desa, kepastian regulasi pertanian, hingga penguatan administrasi kelembagaan kelompok tani. Pendekatan ini diyakini mampu meminimalkan potensi penyimpangan sekaligus memastikan bantuan benar-benar dirasakan petani.
Selain peningkatan produksi padi, program ini juga mendorong diversifikasi ekonomi desa melalui pengembangan berbagai produk lokal.
“Di Desa Namang sudah terlihat hasil riil, seperti produksi beras hitam, beras merah, madu hitam, madu pelawan, sayur-sayuran, buah-buahan, hingga teh dari pohon pelawan,” ungkap Abvianto.
Ia menambahkan bahwa tujuan jangka panjang program ini adalah membangun ekosistem pangan desa yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Kepala Desa Namang, Zaiwan, menyampaikan bahwa sejak ditetapkan sebagai desa binaan pada Oktober lalu, pendampingan yang diberikan bersifat komprehensif.
“Dukungan dari Adhyaksa bukan hanya pada pertanian, tetapi juga administrasi desa, penyusunan peraturan desa, alokasi anggaran, pembinaan UMKM, serta pelestarian kearifan lokal seperti Murok Jerami Suku Mengkanau Urang Namang,” jelasnya.
Menurut Zaiwan, luas area persawahan di Desa Namang dan Desa Belilik mencapai sekitar 78 hektare lahan aktif yang kini mulai dikelola secara lebih terstruktur. Dengan sistem pendampingan yang kuat, produktivitas lahan diharapkan terus meningkat pada musim tanam berikutnya.
Ia juga berharap program ini dapat menjadi model nasional bagi pengembangan desa berbasis ketahanan pangan dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Kami sangat berterima kasih karena seluruh stakeholder, dari pusat hingga daerah, memberikan perhatian penuh kepada para petani. Ini memberikan motivasi besar bagi masyarakat desa,” katanya.
Panen perdana tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda, Ketua DPRD Bangka Tengah Batianus, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Sila H Pulungan.
Selain kegiatan panen, acara juga dirangkaikan dengan penebaran bibit ikan air tawar di kolam sekitar area persawahan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya integrasi sektor pertanian dan perikanan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus pendapatan masyarakat desa.
Ke depan, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum berencana memperluas implementasi program Jaksa Mandiri Pangan ke wilayah lain di Bangka Belitung. Dengan kombinasi pengawasan, pendampingan teknis, dan pemberdayaan ekonomi lokal, program ini diharapkan mampu menciptakan desa mandiri pangan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis pertanian.
Panen dengan produktivitas mendekati 8 ton per hektare ini menjadi sinyal positif bahwa pendekatan tata kelola yang baik dapat berjalan seiring dengan peningkatan hasil produksi. Jika konsistensi pendampingan terus dijaga, Desa Namang berpotensi menjadi salah satu lumbung pangan baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Sumber : LAPELA, Editor : KBO Babel)










