PT TIMAH Perkuat Edukasi Pengelolaan Sampah Lewat Pembinaan Bank Sampah di Desa Sawang Laut

Dorong Kesadaran Lingkungan, PT TIMAH Bina Bank Sampah di Desa Sawang Laut

PT Timah Tbk21 Dilihat
banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (KARIMUN) – PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pembinaan kelompok Bank Sampah Lanjut Berseri di Dusun I, Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Selasa (9/6/2026)

Melalui program ini, PT TIMAH bersama masyarakat berupaya mengedukasi warga agar lebih peduli terhadap lingkungan dengan memilah dan memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.

banner 336x280

Ketua Bank Sampah Lanjut Berseri, Dedi, mengatakan kelompok bank sampah yang baru berdiri kurang dari satu tahun ini dibentuk untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah tidak selalu berakhir menjadi limbah, tetapi dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomi.

“Selama ini banyak masyarakat menganggap sampah tidak memiliki manfaat. Melalui bank sampah, kami ingin mengedukasi bahwa sampah rumah tangga seperti botol plastik dan kemasan bekas masih memiliki nilai jual jika dipilah dan dikelola dengan baik,” ujarnya.

Saat ini, Bank Sampah Lanjut Berseri dikelola oleh lima orang pengurus dan membuka layanan setiap Kamis dan Sabtu. Selain melayani masyarakat umum, program ini juga menyasar kalangan pelajar sebagai upaya menanamkan budaya peduli lingkungan sejak usia dini.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah program menabung sampah bagi siswa SD Negeri 009 Sawang Laut. Melalui program tersebut, para siswa diajak mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomis untuk ditabung dan ditukarkan dengan perlengkapan sekolah.

“Anak-anak dijarkan memilah sampah sejak dini. Sampah yang mereka kumpulkan dicatat sebagai tabungan dan nantinya bisa ditukar dengan buku maupun alat tulis sekolah,” kata Dedi.

Menurutnya, edukasi pengelolaan sampah menjadi langkah penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat ekonomi dari sampah yang dihasilkan sehari-hari.

Saat ini, sampah yang terkumpul masih dijual kepada pengepul karena keterbatasan sarana pengolahan. Namun demikian, keberadaan bank sampah telah memberikan dampak positif dalam membangun kebiasaan baru di masyarakat.

“Memang saat ini kami belum memiliki alat pencacah atau fasilitas pengolahan. Namun yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat terlebih dahulu bahwa sampah harus dipilah dan tidak dibuang sembarangan,” jelasnya.

Dedi menilai PT TIMAH memiliki peran besar dalam mengembangkan bank sampah dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“PT TIMAH sangat membantu, baik dalam pembangunan sarana awal maupun pembinaan. Dengan adanya pendampingan ini, masyarakat mulai memahami bahwa sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata bisa memberikan manfaat dan nilai ekonomi,” ujarnya.

Ia mengatakan perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat. Warga kini lebih terbiasa memilah sampah rumah tangga sebelum disetorkan ke bank sampah, sementara para guru juga aktif mengajak siswa untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan pengelolaan sampah.

“Alhamdulillah sekarang masyarakat sudah mulai memilah sampah dari rumah. Kesadaran ini terus kami bangun agar pengelolaan sampah menjadi budaya yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *