Saksi Korupsi Dana Desa Diamankan, Lompat ke Sungai hingga Tewaskan Calon Jaksa Reynanda

Usai Insiden Sungai yang Tewaskan Calon Jaksa, Dua Saksi Korupsi Dana Desa Resmi Ditahan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (SIMALUNGUN) – Foto dua saksi kasus dugaan korupsi Dana Desa Banjar Hulu, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, beredar luas di media sosial. Keduanya adalah Kardianto selaku Pangulu Banjar Hulu dan bendaharanya, Bambang Surya Siregar. Dalam foto tersebut, keduanya tampak mengenakan rompi tahanan berwarna merah dengan tangan terborgol saat digiring ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun. Jumat (4/7/2025)

Belum ada keterangan resmi apakah Kardianto dan Bambang telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat dikonfirmasi pada Jumat (3/7/2025), Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Simalungun, Reza Darmawan, enggan memberikan keterangan detail dan menyarankan agar konfirmasi dilakukan ke Seksi Intelijen.

banner 336x280

“Biar satu pintu perintah dan petunjuk dari pimpinan,” kata Reza dalam pesan tertulis.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Simalungun, Edison Sumitro Situmorang, hingga saat ini belum memberikan respons terhadap permintaan konfirmasi melalui pesan singkat. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Edison juga menolak memberikan keterangan lebih lanjut.

Namun sebelumnya, Edison sempat menyampaikan bahwa Kardianto dan Bambang telah diamankan setelah dilakukan penjemputan paksa.

“Sekarang sudah dibawa ke Kejari Simalungun untuk diperiksa,” ujar Edison dilansir Kompas.com, Kamis (3/7/2025) sore.

Keduanya diketahui berstatus sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa tahun anggaran 2024 dengan nilai kerugian negara mencapai lebih dari Rp 300 juta. Selama proses penyidikan, Kardianto dan Bambang tercatat mangkir dari lima kali panggilan penyidik dengan alasan sakit.

“Sebagai saksi belum pernah diperiksa. Sampai lima kali dipanggil, bikin surat sakit lalu kita konfirmasi ke dokter yang bersangkutan ternyata suratnya palsu,” ungkap Edison.

Penjemputan paksa terhadap keduanya dilakukan pada Rabu (2/7/2025) di Jalan H.M. Yamin, Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. Saat hendak diamankan, Kardianto melakukan perlawanan dan nekat melompat ke Sungai Silau untuk melarikan diri. Aksi itu memicu insiden tragis yang menyebabkan Calon Jaksa Reynanda Primta Ginting (26) dan seorang warga bernama Muhammad Safari Siregar (Fahri) hanyut terseret arus sungai.

Tim SAR yang diterjunkan ke lokasi menemukan jasad Reynanda pada Kamis (3/7/2025) sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka di Kabupaten Karo. Sementara itu, jasad Fahri ditemukan keesokan harinya, Jumat (4/7/2025), sekitar pukul 10.00 WIB oleh tim gabungan.

Setelah insiden itu, Kardianto dan Bambang berhasil diamankan. Keduanya langsung digiring ke Kantor Kejari Simalungun di Jalan Asahan dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus korupsi Dana Desa.

(Sumber: Kompas, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *