
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah tokoh masyarakat Tionghoa dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (17/2/2026) ini menjadi simbol nyata penguatan toleransi, persatuan, dan kebersamaan antarumat beragama di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Senin (23/2/2026)
Rangkaian kunjungan dilakukan di beberapa lokasi di Kota Pangkalpinang dan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Gubernur hadir mengenakan batik merah, warna yang identik dengan perayaan Imlek, didampingi sejumlah pejabat penting daerah, antara lain Kapolda Babel Viktor T. Sihombing, Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI Nur Wahyudi, unsur TNI AU dan TNI AL, Kepala BIN Daerah Babel Han Wisnu, Penjabat Sekretaris Daerah, serta kepala perangkat daerah lainnya.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh tuan rumah dan masyarakat yang telah berkumpul. Suasana penuh kekeluargaan tampak sejak awal, mencerminkan keharmonisan sosial yang telah lama terjalin di Bangka Belitung, provinsi yang dikenal memiliki tingkat toleransi antarumat beragama yang tinggi.
Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat menegaskan bahwa Tahun Baru Imlek bukan hanya perayaan keagamaan bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga momentum kebersamaan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya.
“Imlek ini adalah kebersamaan, saling memaafkan, dan mempererat silaturahmi. Dengan semangat ini, kita bisa berjalan bersama membangun Bangka Belitung yang lebih maju dan masyarakat yang semakin sejahtera,” ujarnya.
Menurut Hidayat, tradisi saling berkunjung saat hari besar keagamaan merupakan budaya positif yang perlu terus dilestarikan. Selain memperkuat hubungan sosial, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkokoh persatuan di tengah keberagaman.
Ia menambahkan bahwa nilai utama Imlek, seperti keramahtamahan, saling menghormati, serta semangat persaudaraan, sangat relevan dengan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi gotong royong dan toleransi.
Open house Imlek yang digelar di berbagai kediaman tokoh masyarakat berlangsung meriah. Selain silaturahmi, acara juga diisi dengan pertunjukan budaya, termasuk atraksi barongsai yang memikat perhatian warga. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa Imlek telah menjadi perayaan bersama yang inklusif.
Salah satu lokasi yang dikunjungi Gubernur adalah kediaman Bambang Patijaya, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Bangka Belitung. Rumah wakil rakyat tersebut dipadati warga yang datang dari berbagai wilayah untuk bersilaturahmi dan merayakan Imlek bersama.
Bambang Patijaya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur dan rombongan Forkopimda yang dinilai menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap keberagaman masyarakat.
“Tahun Baru Imlek adalah momen penting untuk bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Kehadiran pemerintah daerah membuat suasana semakin hangat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung makna Tahun Kuda Api dalam penanggalan Tionghoa yang identik dengan energi, keberanian, kerja keras, serta semangat maju. Menurutnya, filosofi tersebut selaras dengan tekad pemerintah dan masyarakat Babel untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Tahun Kuda Api ini diharapkan Bangka Belitung bisa berlari lebih kencang dalam pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat persaudaraan dan toleransi yang sudah terjaga,” katanya.
Selain di Pangkalpinang, rombongan juga mengunjungi kediaman Thomas Jusman di Sungailiat, yang merupakan Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Di lokasi tersebut, Gubernur dan rombongan menikmati hidangan khas Imlek bersama tuan rumah dan masyarakat yang hadir.
Kunjungan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan pemerintah daerah untuk merayakan hari besar bersama seluruh lapisan masyarakat. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga bertujuan menjaga stabilitas sosial serta memperkuat rasa kebersamaan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Pengamat sosial di Babel menilai kegiatan seperti ini memiliki dampak strategis dalam menjaga harmoni masyarakat multikultural. Interaksi langsung antara pemimpin daerah dan warga dari berbagai komunitas dinilai mampu memperkuat rasa saling percaya serta meminimalkan potensi konflik sosial.
Bangka Belitung sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan hubungan antar-etnis yang relatif harmonis, khususnya antara masyarakat Melayu dan Tionghoa. Sejarah panjang interaksi ekonomi dan sosial di wilayah kepulauan ini telah membentuk budaya toleransi yang kuat.
Di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang terus berkembang, Gubernur Hidayat berharap semangat Imlek dapat menjadi energi positif bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Semoga Tahun Baru ini membawa kebahagiaan, kesehatan, dan keberuntungan bagi kita semua. Mari kita jaga persatuan dan kebersamaan demi masa depan Bangka Belitung yang lebih baik,” tutupnya.
Kegiatan silaturahmi Imlek tersebut berakhir dengan ramah tamah antara pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan warga. Suasana hangat yang tercipta menjadi bukti bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan sosial yang mampu mendorong kemajuan bersama.
Melalui perayaan Imlek 2026, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan lintas budaya, serta memastikan pembangunan daerah berjalan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. (KBO Babel)









