Sosok Dwi Hartono: Pengusaha Sukses di Balik Kasus Penculikan dan Pembunuhan Ilham Pradipta

Pengusaha Bimbel Dwi Hartono Jadi Otak Penculikan dan Pembunuhan Kacab BRI

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Jakarta) – Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang bank bernama Muhammad Ilham Pradipta (37). Korban ditemukan tewas di sebuah lapangan di Kampung Karang Sambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025). Polisi kemudian menangkap empat orang yang diduga menjadi otak di balik aksi keji tersebut, salah satunya adalah pengusaha bimbel bernama Dwi Hartono. Selasa (26/8/2025)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, membenarkan bahwa sosok Dwi Hartono atau DH (40) adalah seorang pengusaha bimbingan belajar yang terlibat langsung dalam kasus ini.

banner 336x280

“Iya benar (pengusaha bimbel),” ujar Ade Ary saat dikonfirmasi, Selasa (26/8). Ia menambahkan, “Salah satu aktor penculikan ya.”

Dari penelusuran, Dwi Hartono dikenal sebagai seorang pengusaha yang memiliki berbagai lini bisnis. Melalui akun media sosialnya, @klanhartono, ia menyebut dirinya bergerak di bidang properti, perkebunan, trading, pendidikan, e-commerce, fashion, hingga skincare. Ia juga kerap menampilkan dirinya sebagai pembicara dalam berbagai seminar, termasuk yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Tidak jarang, ia membagikan momen kebersamaannya dengan sejumlah pejabat melalui unggahan di media sosial.

Selain aktif di media sosial, Dwi juga memiliki akun YouTube bernama Klan Hartono dengan 169 ribu subscriber dan 128 video. Kontennya berisi motivasi, tips berbisnis, hingga aktivitas kesehariannya. Kehidupan glamor sebagai pengusaha sukses kerap ia perlihatkan, termasuk melalui aktivitas perusahaan yang dimilikinya.

Dwi diketahui memiliki dua perusahaan besar. Pertama, PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia yang menaungi platform bimbel online bernama Guruku. Berdasarkan keterangan dari laman resmi Guruku, perusahaan ini bergerak di bidang pendidikan non formal dengan fokus pada kualitas tenaga pendidik, materi, dan soal. Platform tersebut diklaim tidak hanya ditujukan bagi siswa, tetapi juga para pelaku UMKM hingga pebisnis profesional. Menariknya, rumah mewah yang ditinggali Dwi di Jalan San Fransisco, Kompleks Perumahan Kota Wisata, Gunung Putri, Bogor, juga menjadi lokasi operasional bimbel tersebut.

Perusahaan lainnya, PT Hartono Mandiri Makmur dengan situs warunggaib.com, disebut bergerak di bidang pengembangan software dan aplikasi. Namun, saat ditelusuri, situs tersebut sudah tidak dapat diakses.

Penangkapan terhadap Dwi Hartono dan komplotannya dilakukan pada 23 Agustus 2025. Bersama dua pelaku lainnya, yakni YJ dan AA, Dwi ditangkap di Solo, Jawa Tengah.

“DH, YJ, dan AA ditangkap pada tanggal 23 Agustus 2025 pukul 20.15 WIB, di daerah Solo, Jateng,” ungkap Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, Minggu (24/8).

Selain ketiganya, polisi juga berhasil mengamankan satu pelaku lain berinisial C yang ditangkap di Jakarta Utara. Keempatnya disebut sebagai aktor intelektual dalam kasus penculikan yang berujung pada pembunuhan pegawai bank tersebut. Hingga kini, penyidik masih mendalami motif dan peran masing-masing pelaku.

Kasus ini menjadi perhatian publik lantaran melibatkan sosok pengusaha yang sebelumnya dikenal aktif di dunia pendidikan dan bisnis. Kehidupan mewah dan citra positif yang selama ini ditampilkan Dwi Hartono melalui media sosial ternyata berbanding terbalik dengan realitas di balik layar. Polisi menegaskan bahwa proses hukum terhadap para pelaku akan berjalan sesuai ketentuan. (Sumber: Kumparan.com, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *