KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Perum Bulog menegaskan ketersediaan pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan untuk menenangkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri maupun di tengah ketidakpastian akibat dinamika geopolitik global. Selasa (10/3/2026)
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang disimpan di gudang perusahaan telah mencapai 3,74 juta ton. “Dengan adanya panen di berbagai daerah serta upaya penyerapan yang terus kami lakukan, kami memproyeksikan stok tersebut akan meningkat dan pada akhir Maret dapat mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangan persnya, Selasa (10/3/2026).
Ahmad Rizal menambahkan, Bulog tidak hanya menjaga stok beras, tetapi juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga. Hal ini didukung kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang diterapkan oleh Kementerian Perdagangan, dengan alokasi sekitar 46 juta liter minyak goreng merek Minyakita setiap bulan. Dengan dukungan tersebut, ketersediaan beras dan minyak goreng bagi masyarakat dipastikan aman dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran.
“Kami memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan stok beras yang kuat serta dukungan pasokan minyak goreng melalui kebijakan DMO, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan,” tegasnya.
Selain beras dan minyak goreng, Ahmad Rizal juga menegaskan ketersediaan bahan pokok lainnya terpantau mencukupi. Berdasarkan pemantauan lapangan, harga berbagai komoditas sembako relatif stabil dan terkendali. Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah pengendalian pasokan yang dilakukan Bulog bersama pemerintah berjalan efektif.
Langkah-langkah yang ditempuh antara lain penguatan distribusi, penyerapan produksi dalam negeri, serta pelaksanaan berbagai program stabilisasi pangan. Bulog berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan stok di tiap wilayah memadai, sehingga masyarakat dapat mengakses bahan pokok dengan harga yang wajar.
Ahmad Rizal menekankan pentingnya masyarakat berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan. “Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar,” jelasnya.
Sementara itu, terkait persiapan menghadapi momen Idul Fitri, Bulog menyiapkan strategi distribusi yang memastikan ketersediaan bahan pokok di seluruh provinsi, termasuk daerah-daerah yang jauh dari pusat produksi. Distribusi ini dilakukan melalui gudang Bulog di tingkat kabupaten/kota, serta melalui kerja sama dengan Perum Bulog Subdivre di berbagai wilayah.
Direktur Utama Bulog menambahkan, pihaknya juga mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang lebaran melalui pemantauan stok secara berkala dan penyesuaian distribusi sesuai kebutuhan masyarakat. “Kami siap menghadapi lonjakan permintaan, sehingga tidak akan terjadi kekosongan stok di pasar,” ucap Ahmad Rizal.
Langkah-langkah penguatan distribusi ini sejalan dengan program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari besar nasional. Pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen, mulai dari kebijakan harga eceran tertinggi, alokasi DMO, hingga penyediaan cadangan pangan strategis.
Dengan adanya jaminan pasokan ini, Bulog berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat menciptakan kelangkaan semu di pasaran. Kepada media, Ahmad Rizal menegaskan bahwa informasi terkait stok dan distribusi akan terus diperbarui secara transparan.
“Perum Bulog bersama pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Dengan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat, kita pastikan pangan pokok tetap aman dan tersedia untuk seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Ahmad Rizal.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara wajar, tidak panic buying, dan percaya bahwa stok pangan nasional aman hingga akhir tahun 2026. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)











