
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Seorang tukang parkir di Diskotek X-Bar Pangkalpinang menjadi korban penusukan brutal oleh seorang pria yang diduga dalam kondisi mabuk berat. Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 28 Desember 2025, dan sempat menggegerkan pengunjung serta warga sekitar kawasan hiburan malam tersebut. Senin (29/12/2025)
Korban diketahui bernama Febri (20), warga Gang Sahabat RT 1 RW 3, Kelurahan Semabung Baru, Kota Pangkalpinang. Akibat kejadian itu, Febri mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, membenarkan adanya kejadian penusukan tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 01.05 WIB.
“Sekira pukul 01.05 WIB, anggota piket mendapat informasi adanya kejadian penusukan di parkiran X-Bar. Anggota langsung bergerak ke lokasi kejadian di Jalan Depati Hamzah, kawasan Papinka Valley, Kelurahan Semabung Lama,” ujar Max Mariners kepada wartawan, Minggu (28/12/2025).
Setibanya di lokasi, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kejadian bermula saat korban tiba di area parkir Diskotek X-Bar pada Sabtu malam, 27 Desember 2025, sekitar pukul 23.00 WIB, untuk memulai aktivitasnya sebagai tukang parkir seperti biasa.
Sekitar pukul 00.20 WIB, saat korban tengah mengatur kendaraan pengunjung, seorang pria yang kemudian diketahui bernama David (33) tiba-tiba menghampiri korban. Pelaku diketahui merupakan warga Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.
“Pelaku datang menggunakan sepeda motor jenis Honda Scoopy warna hitam. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung melakukan penusukan ke arah dada korban sebelah kanan menggunakan senjata tajam,” ungkap Kapolresta.
Aksi penusukan tersebut sontak membuat korban terjatuh bersimbah darah. Satpam Diskotek X-Bar yang berada di lokasi kejadian dan melihat langsung insiden itu segera bertindak cepat dengan mengamankan pelaku sebelum melarikan diri. Pelaku kemudian diserahkan kepada petugas kepolisian yang tiba di lokasi.
“Pelaku berhasil diamankan dalam kondisi mabuk berat, beserta barang bukti sebilah pisau yang digunakan untuk menusuk korban. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polresta Pangkalpinang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” jelas Max Mariners.
Sementara itu, korban yang mengalami luka serius langsung dilarikan ke IGD RSUD Depati Hamzah oleh rekan-rekannya. Ketua Dokter Jaga IGD RSUD Depati Hamzah, dr. Indria Syafitri, membenarkan pihaknya menerima pasien korban penusukan sekitar pukul 00.30 WIB.
“Korban diantar oleh temannya dalam kondisi bersimbah darah pada bagian dada sebelah kanan. Luka akibat benda tajam dengan diameter sekitar 1,5 sentimeter dan kedalaman kurang lebih 3 sentimeter,” kata dr. Indria.
Ia menambahkan, tim medis telah melakukan tindakan penanganan awal, termasuk pemeriksaan radiologi atau rontgen pada bagian dada korban guna memastikan kondisi organ dalam.
“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, organ vital korban seperti paru-paru masih dalam keadaan baik. Korban juga masih dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi dengan lancar,” tambahnya.
Kapolresta Pangkalpinang juga menyebutkan bahwa korban tidak mengenal pelaku dan tidak memiliki masalah pribadi maupun kelompok sebelumnya. “Korban mengaku tidak mengenal pelaku dan tidak pernah memiliki konflik apa pun dengan yang bersangkutan,” ujarnya.
Dugaan sementara, pelaku melakukan penganiayaan dan penusukan tersebut dalam pengaruh minuman keras. Polisi masih mendalami motif pasti dari aksi kekerasan tersebut dengan melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku dan saksi-saksi.
“Kami akan mendalami motif dan latar belakang kejadian ini. Untuk sementara, kuat dugaan pelaku melakukan penusukan karena dipengaruhi miras,” pungkas Kapolresta.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan akan bahaya konsumsi minuman keras, khususnya di kawasan hiburan malam, serta pentingnya pengawasan dan pengamanan guna mencegah terjadinya tindak kriminal serupa. (Sumber : Timelines.id, Editor : KBO Babel)








