Viral! Gadai di Semarang Dituding ‘Syarat Disetubuhi’, Ini Penjelasan Polisi yang Bikin Geger

Fakta di Balik Viral 'Gadai Syarat Disetubuhi' di Semarang, Polisi Tegaskan Itu Utang Pribadi

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Semarang) – Sebuah video berjudul “Heboh!! Tempat Gadai di Semarang Dituding Beri Syarat Harus Mau Disetubuhi” sempat viral di media sosial dan menuai perhatian publik. Video yang memperlihatkan seorang wanita sedang melakukan panggilan telepon di depan sebuah usaha pegadaian bernama Gadai Kurnia di Semarang Timur, Jawa Tengah, itu menimbulkan dugaan praktik tidak senonoh dalam layanan gadai. Namun, setelah dilakukan penelusuran, polisi memastikan isu tersebut tidak benar. Kamis (18/9/2025)

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Andy, menegaskan bahwa persoalan yang viral itu bukanlah praktik resmi usaha gadai, melainkan permasalahan pribadi antara seorang wanita dan pegawai Gadai Kurnia.

banner 336x280

“Si perempuan tadi mau mengajukan pinjaman, tapi secara pribadi. Mengenai ke hotel dan yang lain itu adalah kesepakatan mereka sendiri,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).

Menurut Andy, kejadian bermula saat seorang wanita datang ke Gadai Kurnia untuk menggadaikan ponselnya. Setelah menerima pinjaman uang dari salah satu pegawai, wanita tersebut hendak menebus kembali barang jaminannya. Namun, saat proses penebusan berlangsung, muncul persoalan baru yang melibatkan ibu dari pegawai tersebut.

“Ibunya laki-laki tadi juga kerja di sini, tahu ceritanya, (bilang) ‘dikembalikan saja dulu uang yang pinjam dengan anak saya’. Mereka nggak mau, maunya ngambil HP dulu. Takut ada apa-apa, akhirnya HP yang digadai di sini diserahkan,” jelas Andy.

Ia menambahkan, seluruh barang jaminan yang sempat digadaikan sudah dikembalikan kepada pemiliknya. Dengan demikian, tidak ada lagi sengketa terkait gadai di tempat tersebut.

“Jadi intinya, gadai ini tidak ada hubungannya dengan utang-piutang yang viral tersebut. Karena itu adalah utang-piutang bawah tangan pribadi mereka sendiri,” tegasnya.

Pemilik Gadai Kurnia Merasa Dirugikan

Pemilik Gadai Kurnia, Rudi Kurniawan, merasa nama usahanya dicemarkan akibat viralnya video tersebut. Ia menyebut isu yang beredar sangat merugikan dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tempat usaha miliknya.

“Sangat merugikan usaha saya, sangat fitnah. Sebenarnya ini kan oknum. Jadinya di luar jam kerja dan ternyata melabraknya di waktu jam kerja. Makanya ini sangat merugikan usaha saya,” kata Rudi.

Rudi mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menghubungi pembuat video pertama dan meminta agar unggahan tersebut dihapus sekaligus dibuat klarifikasi. Menurutnya, hal ini penting untuk meluruskan informasi agar tidak semakin berkembang liar di masyarakat.

“Kita sudah simpan buktinya. Kita menghubungi si pembuat video pertama, ‘gimana maksudnya, kamu mau hapus atau kita laporkan?’ Setelah itu dia kooperatif, mau menghapus dan mau mengklarifikasi,” jelasnya.

Namun, meski video awal telah dihapus, sayangnya potongan video tersebut telanjur menyebar luas setelah diunggah ulang oleh sejumlah akun media sosial lain. Hal ini membuat isu tersebut terus beredar dan memicu spekulasi di tengah masyarakat. (Sumber: Detikcom, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *