
KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan alasan pengadaan puluhan ribu motor trail listrik yang diperuntukkan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kendaraan tersebut disiapkan untuk menunjang operasional di wilayah dengan akses transportasi yang sulit, khususnya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kamis (9/4/2026)
Dadan menyebutkan, pengadaan kendaraan tersebut telah direncanakan sejak tahun 2025 dan menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan distribusi layanan gizi dapat menjangkau daerah terpencil. Dari total 25 ribu unit yang direncanakan, sebanyak 21.801 unit motor trail listrik telah terealisasi.

“Kendaraan ini akan didistribusikan untuk operasional SPPG, terutama di daerah-daerah yang aksesnya sulit,” ujar Dadan saat ditemui menjelang taklimat bersama Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, kebutuhan kendaraan operasional tersebut menjadi penting karena banyak wilayah di Indonesia yang memiliki keterbatasan akses infrastruktur transportasi. Beberapa daerah bahkan hanya dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua, terutama jenis motor trail yang dirancang untuk medan berat.
Program Makan Bergizi Gratis yang tengah digalakkan pemerintah memang menargetkan jangkauan hingga ke pelosok desa. Oleh karena itu, keberadaan sarana transportasi yang memadai menjadi faktor krusial dalam memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Program ini menyasar wilayah yang sangat sulit dijangkau, termasuk desa-desa terpencil. Di beberapa lokasi, aksesnya hanya memungkinkan menggunakan motor,” jelasnya.
Motor trail listrik tersebut nantinya akan digunakan oleh para Kepala SPPG dan petugas lapangan untuk mendistribusikan makanan bergizi kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Selain untuk distribusi, kendaraan tersebut juga akan mendukung mobilitas petugas dalam melakukan pemantauan dan evaluasi program di lapangan. Dengan demikian, pelaksanaan program MBG diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Terkait polemik yang sempat muncul di masyarakat, Dadan menegaskan bahwa hingga saat ini motor-motor tersebut belum dibagikan secara resmi kepada penerima. Ia menyebutkan bahwa kendaraan tersebut masih dalam proses administrasi sebagai barang milik negara (BMN).
“Motor tersebut belum dibagikan karena masih dalam proses administrasi. Semua harus tercatat sebagai BMN sebelum bisa digunakan,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa proses realisasi pengadaan dilakukan secara bertahap, dimulai sejak Desember 2025. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur pengadaan dan administrasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pernyataan tersebut disampaikan Dadan sebagai respons terhadap beredarnya video di media sosial yang menampilkan sejumlah sepeda motor berlogo BGN. Video tersebut sempat memicu pertanyaan publik terkait status dan penggunaan kendaraan tersebut.
Lebih lanjut, Dadan memastikan bahwa untuk tahun 2026 ini tidak ada rencana tambahan pengadaan motor trail listrik. Fokus pemerintah saat ini adalah menyelesaikan distribusi unit yang telah tersedia serta memastikan pemanfaatannya berjalan optimal.
“Kami tidak menambah unit baru tahun ini. Fokusnya adalah distribusi dan pemanfaatan kendaraan yang sudah ada,” katanya.
Kebijakan pengadaan kendaraan operasional ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pendukung program prioritas nasional, khususnya di sektor pemenuhan gizi masyarakat.
Dengan adanya dukungan sarana transportasi yang memadai, pemerintah berharap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau lebih luas wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah yang selama ini sulit diakses.
Langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan layanan gizi antara wilayah perkotaan dan pedesaan, sekaligus mempercepat pencapaian target peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara nasional. (Sumber : CNN Indonesia, Editor : KBO Babel)









