809 Siswa di Pangkalpinang Terima Beasiswa Cendekia dari Baznas

Dukung Pendidikan, Baznas Pangkalpinang Bantu Ratusan Siswa Kurang Mampu

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Sebanyak 809 siswa dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Pangkalpinang menerima Beasiswa Cendekia dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pangkalpinang. Bantuan pendidikan ini resmi diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Miego, kepada perwakilan siswa penerima beasiswa, Kamis (18/9/2025).

Program Beasiswa Cendekia ini dibiayai dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dan dikelola oleh Baznas Kota Pangkalpinang. Total dana yang dialokasikan mencapai Rp318.235.000. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada ratusan siswa penerima manfaat dengan jumlah yang bervariasi sesuai jenjang pendidikan.

banner 336x280

Ketua Baznas Kota Pangkalpinang, Kurnia, menjelaskan bahwa siswa SD masing-masing menerima bantuan pendidikan sebesar Rp315.000, sementara siswa SMP menerima Rp515.000. Menurutnya, meskipun nilai bantuan tidak terlalu besar, tetapi manfaatnya sangat dirasakan oleh para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Beasiswa Cendekia ini ditujukan untuk membantu para siswa dalam memenuhi kebutuhan sekolah mereka. Meski nilainya tidak besar, namun Insha Allah sangat berarti bagi mereka. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa terbebani keterbatasan ekonomi keluarga,” ujar Kurnia.

Ia menambahkan bahwa proses distribusi beasiswa dilakukan dengan melibatkan pihak sekolah secara langsung. Pihak sekolah berperan menentukan siswa penerima berdasarkan kondisi ekonomi keluarga, lalu bantuan diserahkan secara tunai melalui guru kepada siswa yang telah terdaftar.

“Target penyaluran hari ini adalah untuk seluruh 809 siswa, dan kami pastikan tersalurkan sepenuhnya. Di tiap sekolah rata-rata ada dua hingga tiga siswa yang menerima beasiswa,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kurnia juga menyoroti rendahnya tingkat kesadaran instansi pemerintahan dalam menyalurkan zakat ke Baznas. Berdasarkan data pihaknya, kepatuhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyalurkan zakat baru berkisar 45-48 persen. Padahal, jika seluruh ASN di lingkungan pemerintah daerah konsisten menyalurkan zakat melalui Baznas, jumlah siswa yang bisa mendapatkan beasiswa pendidikan akan jauh lebih banyak.

“Harapan kami, tingkat kepatuhan ini bisa meningkat. Semakin banyak dana zakat yang dihimpun, semakin besar pula peluang kita untuk membantu siswa yang membutuhkan. Program beasiswa bisa menjangkau lebih luas lagi,” tegas Kurnia.

Sementara itu, Sekda Kota Pangkalpinang, Miego, menyampaikan apresiasi tinggi atas peran Baznas dalam mendukung dunia pendidikan melalui program Beasiswa Cendekia. Menurutnya, program ini merupakan bentuk kepedulian yang nyata terhadap masa depan generasi muda Pangkalpinang.

“Kami, Pemerintah Kota Pangkalpinang, sangat mengapresiasi program ini. Kami terus memberikan dukungan dan mendorong agar kesadaran untuk berinfak dan bersedekah bisa dimulai dari lingkungan pemerintah sendiri. Ini menjadi bentuk kontribusi nyata untuk mendukung program-program Baznas,” ujar Miego.

Ia juga berharap jumlah penerima beasiswa akan terus meningkat setiap tahunnya, baik dari sisi jumlah siswa maupun besaran bantuan yang diberikan. Hal ini dinilai penting untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas, sehat, dan berkualitas, serta mendukung pencapaian visi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami berharap, di masa depan jumlah penerima beasiswa semakin besar. Ini bukan hanya soal bantuan finansial, tetapi investasi jangka panjang bagi pendidikan anak-anak kita. Generasi ini yang nantinya akan memimpin daerah, bahkan bangsa,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang, Erwandy, juga turut hadir dalam penyerahan beasiswa tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus mengapresiasi peran Baznas dalam melengkapi program bantuan pendidikan yang sudah ada.

“Kolaborasi ini sangat penting, karena kita menyadari masih ada siswa yang belum terakomodir oleh Program Indonesia Pintar (PIP). Baznas hadir untuk melengkapi bantuan pendidikan tersebut. Jika masih ada kekurangan, kita dari pemerintah juga mengalokasikan beasiswa melalui APBD,” jelas Erwandy.

Ia menyebutkan, untuk beasiswa yang bersumber dari APBD Kota Pangkalpinang, jumlah penerimanya berkisar antara 700 hingga 800 siswa setiap tahunnya. Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, serta pihak lain yang peduli pendidikan, maka jumlah siswa yang mendapatkan bantuan akan semakin luas cakupannya.

“Harapan kami, sinergitas ini terus berjalan. Tidak hanya Pemkot Pangkalpinang dan Baznas, tetapi juga instansi lain, baik pemerintah maupun swasta, bisa ikut serta dalam penyaluran beasiswa. Dengan demikian, tidak ada lagi siswa yang putus sekolah hanya karena faktor ekonomi,” tambahnya.

Penerima beasiswa, baik dari kalangan siswa SD maupun SMP, tampak antusias menerima bantuan pendidikan ini. Orang tua siswa juga menyampaikan rasa syukur karena bantuan tersebut dapat meringankan beban biaya sekolah anak-anak mereka.

Program Beasiswa Cendekia dari Baznas Kota Pangkalpinang menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara profesional dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain meringankan beban keluarga kurang mampu, program ini juga menjadi bagian dari upaya bersama membangun kualitas pendidikan di Kota Pangkalpinang.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah daerah, Baznas, dan pihak sekolah, diharapkan lebih banyak lagi generasi muda di Pangkalpinang yang bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak. (Sumber : Laskar Pelangi, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *