KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menegaskan komitmen dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi terhadap potensi bencana yang setiap tahun mengancam wilayah setempat. Penegasan itu disampaikan Bupati Bangka Barat, Markus, saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025 yang berlangsung di Lapangan Atletik, Selasa (4/11/2025). Kamis (6/11/2025)
Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, TNI–Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Tagana, relawan, organisasi masyarakat, hingga pelajar. Apel dipimpin oleh KBO Satpolairud Polres Bangka Barat, Ipda Chandra.
Dalam sambutannya, Bupati Markus menyampaikan rasa syukur karena kegiatan apel kesiapsiagaan dapat terlaksana dengan baik dan dihadiri oleh berbagai unsur yang memiliki peran penting dalam menghadapi potensi bencana di Kabupaten Bangka Barat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor untuk melindungi masyarakat.
“Kita patut bersyukur karena apel kesiapsiagaan ini dapat terlaksana bersama jajaran pemerintah, unsur TNI–Polri, relawan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Ini menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah tanggung jawab bersama,” ujar Markus.
Menurut Markus, Bangka Barat termasuk daerah dengan skor indeks risiko bencana tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berbagai potensi ancaman yang dihadapi antara lain banjir, gelombang ekstrem, abrasi pantai, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, hingga kekeringan di musim kemarau.
“Ancaman bencana tersebut berpotensi menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian materi, hingga berdampak pada kondisi psikologis masyarakat. Karena itu, mitigasi dan kesiapsiagaan harus menjadi perhatian serius kita bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan bukan hanya dilakukan pada saat bencana sudah terjadi, tetapi harus dipersiapkan jauh sebelumnya melalui edukasi, latihan, dan kolaborasi antarinstansi.
“Pelaksanaan apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk melatih serta mengevaluasi koordinasi lintas sektor agar seluruh unsur, mulai dari pemerintah, swasta, media, dunia pendidikan, hingga masyarakat dapat bergerak cepat dan terorganisir ketika terjadi bencana,” katanya.
Markus juga menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana di semua lapisan masyarakat. Edukasi mitigasi, katanya, harus dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami langkah-langkah yang harus diambil ketika bencana datang secara tiba-tiba.
“Kita harus membudayakan edukasi mitigasi bencana mulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik. Mari kita bekerja sama melindungi lingkungan dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tahunan di Kabupaten Bangka Barat,” imbaunya.
Bupati juga menyoroti pentingnya peran media massa dan lembaga pendidikan dalam mendukung penyebaran informasi serta pengetahuan mengenai mitigasi bencana. Informasi yang cepat, tepat, dan akurat dinilai sangat penting dalam mengurangi risiko korban maupun kerugian akibat bencana.
Selain itu, Markus juga meminta setiap instansi terkait untuk memperkuat sistem peringatan dini dan memperbarui data wilayah rawan bencana agar langkah-langkah penanggulangan dapat dilakukan secara efektif.
“Kesiapan data, sarana, dan prasarana harus menjadi prioritas agar tindakan cepat bisa dilakukan saat bencana terjadi,” ujarnya.
Apel kesiapsiagaan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat untuk menekan risiko dan dampak bencana. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas petugas penanggulangan bencana, baik melalui pelatihan teknis maupun penguatan jaringan komunikasi dan kerja sama antarinstansi.
“Dengan kolaborasi dan kesiapsiagaan yang baik, kita bisa menekan dampak bencana dan melindungi masyarakat dari berbagai ancaman alam. Kita tidak bisa menghindari bencana, tetapi kita bisa meminimalkan risikonya dengan kesiapan dan kerja sama,” kata Markus menegaskan.
Kegiatan apel berlangsung tertib dan diakhiri dengan simulasi tanggap darurat oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Simulasi tersebut memperagakan langkah-langkah evakuasi warga saat terjadi bencana banjir dan kebakaran lahan, sekaligus memperlihatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi situasi darurat.
Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bangka Barat 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi semua pihak dalam membangun Bangka Barat yang tangguh bencana. Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana semakin meningkat.
“Semoga dengan semangat kebersamaan dan kesadaran kolektif, kita mampu menjadikan Bangka Barat sebagai daerah yang tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana,” tutup Bupati Markus. (Zulfikar/KBO Babel)










