KBOBABEL.COM (BANGKA) — PT TIMAH Tbk kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Hal itu diwujudkan melalui penyerahan satu unit motor sampah kepada Bank Sampah Basayan Berseri yang berlokasi di Lingkungan Nelayan II, Kelurahan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pengumpulan sampah dan memperluas jangkauan penjemputan ke rumah-rumah warga. Selasa (2/12/2025)
Motor sampah tersebut menjadi sarana pendukung penting bagi Bank Sampah Basayan Berseri—yang merupakan singkatan dari Bank Sampah Nelayan Bersih, Sehat, dan Rapi—dalam menjalankan operasional harian. Selama ini, kelompok bank sampah tersebut telah menjadi salah satu penggerak utama pengelolaan sampah berbasis masyarakat di kawasan pesisir Sungailiat.
Ketua Bank Sampah Basayan Berseri, Mastura, menjelaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 2020, bank sampah ini telah memiliki ratusan nasabah aktif yang mayoritas tinggal di Lingkungan Nelayan. Menurutnya, antusiasme warga cukup tinggi karena konsep tabungan sampah dinilai menguntungkan dan membantu masyarakat mengelola sampah rumah tangga.
“Kami membeli sampah dari masyarakat sekitar, kemudian sampah yang disetorkan dicatat ke dalam buku tabungan. Jadi masyarakat otomatis menabung,” jelas Mastura.
Selama ini, setiap hari Sabtu bank sampah mampu membeli sekitar 300–400 kilogram sampah non-organik yang terdiri dari botol minuman, cangkir plastik, kardus, dan berbagai jenis sampah lainnya. Selain menampung sampah, kelompok ini juga mengolah sebagian material tersebut menjadi produk kreatif bernilai jual.
Produk kerajinan yang mereka hasilkan antara lain tas berbahan kemasan deterjen, alas keranjang, wadah minuman dari botol bekas, hingga kerajinan rumah tangga sederhana. Sebagian produk tersebut sebelumnya cukup diminati dan sempat dipasarkan dengan bantuan ibu-ibu PKK setempat.
“Saat ini kami terkendala dalam pemasaran produk. Biasanya kami membuat tas dari bungkus Rinso, tempat minuman, dan alas keranjang yang cukup diminati, namun belakangan pemasaran agak sulit,” kata Mastura.
Dari sisi operasional, Bank Sampah Basayan Berseri selama ini mengalami kesulitan untuk menjangkau area permukiman yang memiliki gang-gang sempit. Motor besar yang sebelumnya digunakan tidak mampu masuk ke jalur tersebut sehingga pengangkutan sampah kerap membutuhkan tenaga ekstra.
Mastura menilai bantuan motor sampah dari PT TIMAH Tbk sangat membantu dan menjadi solusi atas kendala tersebut.
“Selama ini kami mengambil sampah pakai motor besar itu enggak bisa masuk ke gang-gang kecil. Motor baru ini sangat dibutuhkan karena jalurnya masuk gang sempit. Dengan adanya motor sampah ini, lebih enak dan kami bisa menambah pelanggan,” ujarnya.
Dengan motor baru tersebut, petugas bank sampah kini dapat melakukan penjemputan sampah langsung ke rumah warga secara lebih cepat dan efisien. Menurut Mastura, peningkatan layanan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan memilah dan menabung sampah.
Ia menambahkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari PT TIMAH Tbk. Selain motor sampah, sebelumnya perusahaan juga telah memberikan bantuan berupa peralatan operasional bank sampah. Bantuan tersebut menjadi fondasi penting dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di kawasan nelayan.
“Kami bersyukur PT TIMAH membantu kami dari awal. Semoga bantuan ini bisa terus berlanjut karena masih banyak yang kami butuhkan. Kehadiran PT TIMAH sangat berarti bagi kami masyarakat pesisir,” ungkap Mastura.
Ke depan, Bank Sampah Basayan Berseri berharap adanya tambahan fasilitas seperti tempat sampah khusus botol dan non-organik di sejumlah titik strategis. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah memilah dan menaruh sampah, sehingga kebersihan lingkungan nelayan bisa lebih terjaga.
Melalui dukungan ini, PT TIMAH Tbk berharap Bank Sampah Basayan Berseri dapat semakin berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, mendorong kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dengan benar, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari bidang daur ulang.
(Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)










