KBOBABEL.COM (Kundur) – PT TIMAH Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove di Pantai Kobel, Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kamis (11/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus berkontribusi dalam mitigasi dampak perubahan iklim di wilayah operasionalnya. Sabtu (13/12/2025)
Dalam kegiatan tersebut, PT TIMAH Tbk menanam sebanyak 5.000 batang mangrove yang diharapkan mampu memperbaiki kondisi lingkungan pesisir yang sebelumnya mengalami kerusakan. Mangrove dikenal memiliki fungsi penting sebagai penahan abrasi, pelindung garis pantai, sekaligus habitat berbagai biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting.
Penanaman mangrove di Pantai Kobel disambut antusias oleh masyarakat setempat serta Pemerintah Desa Sawang Laut. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari unsur kepolisian, kejaksaan, perangkat desa, hingga kelompok masyarakat pesisir. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program pelestarian lingkungan di kawasan pesisir.
Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengapresiasi langkah PT TIMAH Tbk yang dinilai konsisten mendukung pelestarian lingkungan pesisir di wilayah Pantai Kobel. Ia menyebut kondisi mangrove di kawasan tersebut sebelumnya cukup memprihatinkan akibat berbagai faktor, sehingga diperlukan upaya penanaman kembali secara berkelanjutan.
“Terima kasih PT TIMAH Tbk yang telah melakukan penanaman mangrove di Pantai Kobel ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga lingkungan pesisir sehingga ekosistem pantai dan laut tetap terjaga,” kata Jefrizal.
Menurut Jefrizal, keberadaan mangrove yang ditanam tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pantai, tetapi juga menjadi penahan alami abrasi yang kerap mengancam wilayah pesisir. Ia berharap mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik dan dijaga bersama oleh masyarakat.
Selain aspek lingkungan, penanaman mangrove ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya nelayan. Mangrove yang terjaga akan menjadi habitat alami bagi berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya, sehingga berpotensi meningkatkan hasil tangkapan nelayan di sekitar Pantai Kobel.
“Apa yang kita tanam hari ini jika dijaga secara konsisten akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Mangrove akan menjadi tempat hidup ikan dan udang, sehingga ke depan hasil tangkapan nelayan bisa meningkat,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Desa Sawang Laut berharap PT TIMAH Tbk dapat terus berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa dalam menjalankan program pelestarian lingkungan pesisir. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program penanaman mangrove ini merupakan bagian dari komitmen PT TIMAH Tbk dalam menerapkan praktik pertambangan yang berwawasan lingkungan. Melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan, perusahaan berupaya menciptakan keseimbangan antara kegiatan usaha dan kelestarian lingkungan di wilayah pesisir.
Dengan adanya penanaman mangrove di Pantai Kobel, diharapkan kawasan pesisir dapat semakin terlindungi dari abrasi dan dampak perubahan iklim. Masyarakat bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang di Kabupaten Karimun.
Dengan langkah nyata ini, PT TIMAH Tbk menegaskan perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga peduli lingkungan. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)










