Pulihkan Akses Terputus, Panglima TNI Ungkap Perkembangan Jembatan Bailey di Sumatera

TNI Bangun 32 Jembatan Bailey Pascabanjir Bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Jakarta) – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memaparkan perkembangan pembangunan jembatan bailey di wilayah terdampak banjir bandang di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan untuk memulihkan akses transportasi yang terputus akibat rusaknya jalur darat pascabencana. Sabtu (20/12/2025)

Penjelasan itu disampaikan Panglima TNI dalam jumpa pers yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025). Ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 32 titik pembangunan jembatan bailey yang sedang dan telah dikerjakan oleh TNI di tiga provinsi tersebut.

banner 336x280

Agus mengatakan, jembatan bailey menjadi solusi cepat untuk menghubungkan kembali wilayah yang terisolasi akibat banjir bandang. Dengan terpasangnya jembatan tersebut, mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi diharapkan dapat kembali berjalan.

Di wilayah Aceh, Panglima TNI menyebut terdapat 18 titik pembangunan jembatan. Dari jumlah tersebut, tujuh unit jembatan masih dalam tahap pemasangan. Sementara itu, Jembatan Teupin Reudeup telah mencapai progres 99 persen, sedangkan Jembatan Teupin Mane Juli sudah selesai 100 persen dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Selain itu, Jembatan Kuta Blang saat ini telah mencapai progres sekitar 60 persen. Beberapa jembatan lainnya, seperti Jembatan Jerata, Alue Kulus, Enang Enang, dan Weh Pase, masih berada dalam tahap pemasangan struktur.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa terdapat sejumlah lokasi lain di Aceh yang saat ini masih dalam tahap penyiapan. Lokasi tersebut meliputi Weh Ni Rongka, Jeumpa, Beutong Ateh Lampahan, Titik Merah, Bluka Teubai, Timang Gajah, Jamur Ujung, Lenang, Mambong, dan Jambo Mesjid. Seluruh titik tersebut diprioritaskan untuk segera dibangun guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Sementara itu, di wilayah Sumatera Utara, Agus menjelaskan bahwa terdapat tiga jembatan bailey yang menjadi fokus penanganan. Jembatan Anggoli Sibangun dan Jembatan Garoga Tapanuli Selatan telah terpasang 100 persen. Adapun Jembatan Hamparan Perak saat ini masih dalam proses pembangunan dan terus dikebut pengerjaannya.

Untuk wilayah Sumatera Barat, tercatat ada 11 unit jembatan bailey yang dibangun oleh TNI. Dari jumlah tersebut, beberapa jembatan telah selesai dan dapat digunakan, di antaranya Jembatan Sikabau Pasaman Barat, Jembatan Bawah Gubang, Jembatan Supayung, dan Jembatan Padang Mantuang. Sementara tujuh jembatan lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur darurat, Panglima TNI menyampaikan bahwa personel TNI juga terus aktif dalam pendistribusian bantuan logistik. Pengiriman logistik dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat angkut untuk menjangkau daerah yang masih sulit diakses melalui jalur darat.

Agus menegaskan bahwa keterlibatan TNI tidak hanya terbatas pada pembangunan jembatan, tetapi juga pada upaya pemulihan pascabencana secara menyeluruh. Hingga saat ini, jumlah personel TNI yang terlibat dalam operasi bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak mencapai 36.636 orang.

“Personel TNI akan terus kami kerahkan untuk membantu pemulihan pascabencana, baik dalam pembangunan infrastruktur, distribusi logistik, maupun bantuan kemanusiaan lainnya,” ujar Agus.

Dengan berbagai upaya tersebut, Panglima TNI berharap proses pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat berjalan secara maksimal. Ia menegaskan komitmen TNI untuk terus hadir membantu masyarakat hingga kondisi kembali normal dan akses antarwilayah pulih sepenuhnya.

Panglima TNI menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, serta aparat setempat terus diperkuat agar pembangunan jembatan dan distribusi bantuan berjalan efektif. Ia meminta seluruh satuan di lapangan menjaga keselamatan kerja dan memperhatikan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem. Agus juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut membantu proses pemulihan dengan bergotong royong. Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah, dan warga menjadi kunci percepatan penanganan bencana. Dengan dukungan tersebut, TNI optimistis seluruh jembatan bailey dapat segera difungsikan sehingga aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat terdampak dapat kembali normal secara bertahap dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan wilayah serta mengurangi dampak lanjutan apabila terjadi bencana susulan pada masa mendatang. Seluruh proses akan terus dievaluasi demi efektivitas penanganan nasional berkelanjutan. (Sumber : ANTARA, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *