Kaget Monyet Lompat ke Perahu, Remaja 16 Tahun Tenggelam di Muara Sungai Kurau

Insiden Mancing Berujung Duka, Remaja Tenggelam di Muara Sungai Kurau Bangka Tengah

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) — Suasana dermaga di ujung Desa Kurau Barat, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (23/12/2025) pagi tampak lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa. Puluhan warga terlihat berkumpul di bangunan yang berada di titik terluar Muara Sungai Kurau, memandang ke arah laut lepas dengan raut wajah penuh harap. Mereka menantikan kabar dari tim pencarian yang sejak pagi kembali menyisir perairan muara untuk menemukan seorang remaja yang dilaporkan tenggelam. 

Keramaian tersebut dipicu oleh lanjutan pencarian terhadap Ihsanudin (16), warga setempat yang dilaporkan hilang dan tenggelam di Muara Sungai Kurau sejak Senin (22/12/2025) sore. Sejak kabar hilangnya korban menyebar, masyarakat sekitar langsung bergerak membantu proses pencarian, meski sebagian besar hanya mengandalkan peralatan seadanya dan perahu kecil milik nelayan.

banner 336x280

Kamal (41), salah seorang warga sekaligus tetangga korban, mengatakan sejak hari pertama kejadian warga sudah berupaya menyusuri alur muara sungai. Namun, derasnya arus yang mengarah langsung ke laut menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

“Kemarin arusnya memang kuat sekali, langsung mengarah ke laut. Sampai malam juga belum ketemu,” ujar Kamal saat ditemui di lokasi pencarian.

Meski pencarian hari pertama belum membuahkan hasil, Kamal menyebutkan bahwa warga tetap berharap korban dapat segera ditemukan.

“Mudah-mudahan hari ini cepat ketemu. Keluarga sudah sangat cemas,” tambahnya singkat. Harapan serupa juga terlihat dari keluarga korban yang terus bertahan di sekitar dermaga sejak pagi hari.

Upaya pencarian kembali dilanjutkan sejak Selasa pagi oleh tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Bangka Tengah, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Tengah, relawan Laskar Sekaban, serta masyarakat setempat. Sinergi lintas instansi ini dilakukan untuk memaksimalkan proses pencarian di tengah kondisi arus yang cukup menantang.

Pantauan di lapangan menunjukkan tim gabungan mulai menyisir Muara Sungai Kurau sejak pukul 07.00 WIB. Pencarian difokuskan pada area permukaan air dan sepanjang alur muara, dengan menyesuaikan arah arus laut yang sedang surut dan cenderung mengarah keluar muara menuju laut lepas. Beberapa perahu karet dan perahu nelayan dikerahkan untuk memperluas jangkauan pencarian.

Kasat Polairud Polres Bangka Tengah, Iptu Deny Dwi P, mengatakan pencarian dilanjutkan setelah upaya yang dilakukan hingga Senin malam pukul 21.00 WIB belum berhasil menemukan korban.

“Setelah menerima laporan kemarin, kami langsung melakukan pencarian sampai malam hari. Hari ini pencarian kembali kami lanjutkan dengan melibatkan seluruh instansi terkait,” ujar Iptu Deny kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa seluruh personel akan memaksimalkan upaya pencarian agar korban dapat segera ditemukan. Menurutnya, kondisi arus dan cuaca menjadi faktor penting yang terus dipantau selama operasi berlangsung.

“Kami berharap pencarian hari ini membuahkan hasil dan cuaca tetap mendukung,” katanya.

Peristiwa nahas yang menimpa Ihsanudin bermula dari kejadian tak terduga. Berdasarkan keterangan Kantor SAR Pangkalpinang, insiden terjadi pada Senin (22/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban tengah bersantai dan memancing bersama dua rekannya di atas perahu speed lidah yang sedang bersandar di dermaga nelayan Muara Sungai Kurau.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menjelaskan situasi berubah secara tiba-tiba ketika seekor monyet melompat ke atas perahu. Kejadian tersebut membuat ketiga remaja itu terkejut dan panik.

“Menurut keterangan saksi, ketiganya reflek melompat ke sungai karena kaget melihat monyet,” jelas Mikel.

Ia menambahkan, korban sempat berpegangan pada badan perahu setelah terjun ke air. Namun, karena melihat dua temannya berenang ke seberang, korban kemudian ikut berenang menyusul. Diduga kelelahan di tengah arus sungai yang cukup kuat, Ihsanudin tidak mampu mencapai tepian sungai.

“Korban kelelahan, terseret arus, lalu tenggelam dan hilang dari pandangan,” ujar Mikel. Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh rekan korban, namun derasnya arus sungai yang sedang surut membuat korban tidak tertolong. Kondisi tersebut diperparah dengan arus muara yang langsung mengarah ke laut.

Mendapat laporan dari warga, Kantor SAR Pangkalpinang segera mengerahkan satu tim rescue ke lokasi dengan titik koordinat 2°19’47.5″S 106°14’08.1″E. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan keluarga korban dan unsur terkait, kemudian menurunkan satu unit perahu karet untuk melakukan penyisiran.

“Saat ini fokus pencarian dilakukan di permukaan air mengikuti arus surut yang mengarah keluar muara,” kata Mikel. Ia menambahkan, tim gabungan akan terus berupaya semaksimal mungkin hingga korban ditemukan. “Kami berharap kondisi cuaca tetap bersahabat agar pencarian berjalan lancar,” pungkasnya.

Sementara itu, keluarga korban masih setia menunggu di sekitar lokasi pencarian. Beberapa kerabat tampak duduk di dermaga, sesekali memandang ke arah sungai dan laut dengan wajah cemas. Dukungan moral dari warga sekitar terus mengalir, menunjukkan solidaritas masyarakat Desa Kurau dalam menghadapi musibah ini. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *